Script PHP Untuk Menghitung Jumlah Record

Script PHP Untuk Menghitung Jumlah Record
Terkadang dalam sebuah file di database memiliki banyak record, dan kita bingung jika harus menghitungnya, apa lagi bila field key yg sudah teracak urutannya membuat kita semakin sulit untuk mengetahui pasti jumlah data dalam satu file.

Saat membuat sebuah aplikasi web, saya biasa menambahkan sedikit script php yang saya letakkan di atas atau dibawah sebuah program browse file yang berfungsi untuk mengetahui jumlah record dalam file tersebut.

Walaupun sederhana, namun fungsi dari script tersebut cukup penting, kalau dalam ilmu sistem informasi istilahnya sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari sebuah laporan.

Untuk itu kita akan mengkombinasikan query database dasar kedalam script php untuk mendapatkan dan menampilkan jumlah record pada program browse file. Sobat cukup menambahkan script berikut ini ke dalam program sobat :

<?php
mysql_connect('localhost', 'root', "");
mysql_select_db('Nama-Database');
$query = mysql_query ("SELECT * FROM Nama-File");
$jumlah= mysql_num_rows ($query);
?>
Jumlah Record = <? echo $jumlah; ?>

Script php diatas digunakan apabila sobat menggunakan internal koneksi ke database, artinya sobat melakukan koneksi secara langsung didalam file .php sobat. Hal ini dapat terlihat pada bagian :

mysql_connect('localhost', 'root', "");
mysql_select_db('Nama-Database');


Tapi jika sobat menggunakan eksternal koneksi, yang artinya program koneksi database sobat terpisah dari program browse yang dibuat, sobat cukup mengganti script diatas dengan script berikut ini :

$link=open_connection();

Sehingga script nya menjadi seperti berikut ini : 

 <?php
$link=open_connection();
$query = mysql_query ("SELECT * FROM Nama-File");
$jumlah= mysql_num_rows ($query);
?>
Jumlah Record = <? echo $jumlah; ?>

Penjelasan Script :
  • Ganti Nama-Database yang berwarna biru dengan nama database sobat.
  • Ganti Nama-File yang berwarna biru dengan nama file yang ingin diketahui jumlah recordnya 
  • $query = mysql_query ("SELECT * FROM Nama-File"); adalah query pemanggilan file dari database yang hasil query tersebut diproses oleh variabel $query 
  • $jumlah= mysql_num_rows ($query);  adalah jumlah record dari sebuah file yang dipanggil dari hasil $query dan diproses oleh variabel $jumlah (mysql_num_rows berarti mysql number rows yang berfungsi untuk menghitung jumlah baris record dari sebuah file)
  • Jumlah Record = <? echo $jumlah; ?> adalah menanpilkan hasil dari eksekusi yang di proses oleh $jumlah, yaitu jumlah rocord yang akan ditampilkan pada program
Semoga berfanfaat yah sobat....
Salam...



Pengenalan Sistem Jaringan Syaraf Tiruan

Pengenalan Sistem Jaringan Syaraf Tiruan
Posting kali ini bukan membahas tentang jaringan syaraf manusia seperti pelajaran biologi, tapi kita akan membahas dasar dari algoritma untuk pembuatan sistem kecerdasan buatan menggunakan Artficial Neural Network alias Jaringan Syaraf Tiruan.

Dengan tidak bermaksud melanggar hak cipta atas tulisan berikut ini karena yang menyusun materi tentan sistem jaringan syaraf tiruan adalah salah satu dosen saya ketika masih kuliah dulu yaitu Bapak Dr. Ir. Gunadi Widi Nurcahyo, MSc.

Saya hanya ingin sedikit sharing saja, karena menurut saya materi kuliah yang satu ini sangat menarik. Berikut pembahasan dasar tentang Sistem Jaringan Syaraf Tiruan.

Pengertian Jaringan Syaraf Tiruan
Pemodelan yg didasari oleh kemampuan otak manusia dalam mengorganisasikan sel-sel penyusunnya yang disebut neuron, sehingga mampu melaksanakan tugastugas tertentu, khususnya pengenalan pola dengan efektifitas yang sangat tinggi. Sel syaraf (neuron) adalah unit pemrosesan informasi yang merupakan dasar operasi JST.

3 Elemen dasar dari neuron :
  • Sekumpulan sinapsis atau jalur hubungan, di mana masing-masing sinapsis memiliki bobot atau kekuatan hubungan.
  • Suatu adder untuk menjumlahkan sinyal-sinyal input yang diberi bobot oleh sinapsis neuron yang sesuai. Operasi-operasi yang digambarkan di sini mengikuti aturan linear combiner.
  • Suatu fungsi aktivasi untuk membatasi amplitudo output dari setiap neuron.

Contoh Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan : 
1. Adaptive Noise Canceling
Aplikasi ini telah mendapatkan penghargaan Institute of Electrical and Electronic Engineers' Alexander Graham Bell. Sumbangan aplikasi ini adalah membersihkan gangguan pada saluran telpon (dikenal sebagai echo) dan mengurangi kesalahan transmisi modem. Setiap kita melakukan sambungan telpon jarak jauh, suara kita akan diproses melalui suatu penyaring adaptif. Proses penyaringan adaptif ini dikembangkan oleh Bernard Widrow pada tahun 1950-an. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang sukses untuk jangka waktu terpanjang.

2. Mortgage Risk Evaluator
Perusahaan Nestor telah berhasil mengembangkan produk yang digunakan dalam aplikasi hipotek (Mortgage Risk Evaluator). Produk ini membantu biro kredit mengidentifikasikan seseorang yang mampu membayar hipotek. Sistem telah dilatih dalam beberapa ribu aplikasi nyata, sekitar setengahnya diterima dan
setengah yang lain ditolak oleh pemeriksa. Belajar dari kesuksesan dan kegagalan pengalaman ini, sistem kemudian mencari pola di dalam data untuk menentukan hal-hal apa saja yang menunjukkan suatu risiko tinggi. Selain itu, sistem dapat pula dikonfigurasi agar pendugaannya bersifat konservatif atau pun optimistik.

3. Bomb Sniffer
Pada bulan Agustus 1989, Federal Aviation Administration memasang suatu sistem detektor bom baru di New York's JFK International Airport. Metode-metode tradisional untuk menentukan risiko semacam ini memiliki keterbatasan yaitu operator dapat menjadi lelah, bosan dan kehilangan konsentrasi. Science Applications International Corporation (SAIC) mengembangkan suatu jaringan saraf yang disebut Thermal Neutron Analysis (TNA) atau lebih umum dikenal sebagai SNOOPE. Sistem ini bekerja secara otomatis dan tidak dapat menjadi lelah dan bosan. SNOOPE ini telah diuji pada sejumlah bahan peledak untuk mengidentifikasi pola emisi sinar gamma yang dimiliki oleh bahan-bahan tersebut. Sistem ini mampu memeriksa sekitar sepuluh buah kopor per menitnya. Jika SNOOPE ragu atas suatu kopor, ia dapat memberikannya kepada inspektur. Lalu data kopor yang dicurigai disimpan untuk digunakan di masa mendatang.

Model Jaringan Syaraf Neuron
Terdapat tiga variasi model neuron yang bisa digunakan karena ketiganya sebenarnya ekuivalen. Pertama, model model ini memasukkan threshold 0k (diterapkan secara external) yang memperkecil nilai input untuk fungsi aktivasi. Sebaliknya, nilai input untuk fungsi aktivasi bisa diperbesar dengan menggunakan bias yang merupakan kebalikan dari threshold.

Model Jaringan Syaraf Neuron
Model Jaringan Syaraf Neuron
Pada Gambar diatas terlihat serangkaian aliran sinyal masukan x1, x2, .., xp yang direpresentasikan oleh sebuah neuron. Sebuah neuron bisa memiliki banyak masukan dan hanya satu keluaran yang bisa menjadi masukan bagi neuron-neuron yang lain. Aliran sinyal masukan ini dikalikan dengan suatu penimbang (bobot sinapsis) wk1, wk2, .., wkp dan kemudian dilakukan penjumlahan terhadap semua masukan yang telah diboboti tadi. Hasil penjumlahan ini disebut keluaran dari the linear combiner uk.

Fungsi Aktivasi
Fungsi aktivasi mendefinisikan nilai output dari suatu neuron dalam level aktivasi tertentu berdasarkan nilai output pengkombinasi linear ui.
Macam-macam fungsi aktivasi :
  • Threshold function
  • Piecewise-linear function
  • Sigmoid function
Sekian dulu deh pembahasan dasarnya..., kapan-kapan kita lanjutin lagi ketingkat yang lebih rumit.....
Salam......



Membuat Efek Shadow Pada Teks Dengan CSS Dah HTML

Membuat Efek Shadow Pada Teks Dengan CSS Dah HTML
Assalamualaikum sobat...,, Setelah sekian lama gak nongol di dunia blogger, kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu pemrograman web dasar dalam pengelolaan teks.

Setelah saya buka-buka bahan kuliah yang dulu, saya tidak menemukan trik yang satu ini. Yup...,, kali ini kita akan membuat efek shadow / bayangan pada teks dengan memanfaatkan sedikit script CSS dan HTML.

CSS mampu memberikan fasilitas untuk menentukan efek-efek dari teks yang ditampilkan pada browser. Beberapa properties teks yang dapat diatur oleh CSS di antaranya adalah :
  • Shadow / bayangan (text-shadow)
  • Warna teks (color)
  • Outline teks (outline)
  • Ukuran teks (size)
  • Dan lain sebagainya
Tapi buat kali ini kita hanya akan mencoba membuat efek shadow, kalo yang lainnya, mungkin udah biasa.

Walau terlihat sederhana, tapi efek ini cukup untuk membuat tampilan sebuah website menjadi menarik tanpa harus menggunakan gambar.

Untuk lebih jelasnya, sobat bisa coba script berikut ini :


Inilah hasil dari efek shadow yang kita buat :



Ini Adalah Text Dengan Efek Shadow / Bayangan



Sobat bisa berkreasi sendiri dengan sedikit utak-atik script agar teks yang dibuat menjadi lebih menarik dan bagus.....

Selamat mencoba, semoga bermanfaat posting kali ini...

Salam...



Sekilas Tentang Metode Constraint Satisfaction Problem

Constraint Satisfaction Problem
Constraint Satisfaction Problem merupakan sebuah pendekatan dari problem yang bersifat matematis dengan tujuan menemukan keadaan atau obyek yang memenuhi sejumlah persyaratan atau kiteria. Sebuah Constraint diartikan sebagai batasan solusi memungkinkan dalam sebuah problem optimasi.

Constraint Satisfaction Problem adalah suatu permasalahan seseorang harus mencari nilai untuk set variabel (finite) yang memenuhi set constraint (finite).

Metode ini biasa digunakan dalam pembuatan aplikasi sistem informasi penjadwalan karena Metode Constraint Satisfaction Problem memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan metode lainnya, antara lain :

  • Outputnya singkat, 
  • Programnya sederhana, 
  • Dan sangat mungkin untuk bereksperimen mendapatkan penyelesaian dengan program terbaik(efisien) dan waktu komputasi tercepat.
Komponen dari Constraint Satisfaction Problem terbagi atas 3 yaitu :
  1. Variabel merupakan penampung yang dapat diisi berbagai nilai.
  2. Domain merupakan kumpulan nilai legal yang dapat diisi ke variable.
  3. Constraint merupakan suatu aturan yang ditentukan untuk mengatur nilai boleh diisikan ke variable atau kombonasi variable.
Constraint dari Constraint Satisfaction Problem terbagi atas 2 kategori yaitu :
  • Hard Constraint adalah batasan yang harus dipenuhi dan tidak boleh dilanggar dalam pembuatan penyelasaian masalah.
  • Soft Constraint adalah batasan tambahan yang biasanya merupakan sebuah permintaan.
Dalam beberapa masalah yang lebih kompleks, metode Constraint Satisfaction Problem ini bisa dipadukan dengan algoritma lainnya seperti :
  • Algoritma Genetika
  • Backtracking
  • Forward Checking
  • Constraint Propagation
  • Arc and Path Consistency
  • Variable and Value Ordering
  • Hill Climbing
Segini dulu deh,, kalo dijelasin semua bakalan ampe pagi ntar.....
Semoga bisa dijadikan referensi yang bermanfat buat sobat semua.....



Membuat Logika Terbilang Dengan Visual Basic 6.0

Membuat Logika Terbilang Dengan Visual Basic 6.0
Membuat Logika Terbilang Dengan Visual Basic 6.0 | Gho Blog's - Hadir kembali sob,, kali ini saya akan berbagi lagi sedikit ilmu coding dengan bahasa permrograman Visual Basic 6.0.

Posting ini akan membahas tentang pembuatan logika terbilang.
Maksudnya logika terbilang apaan yah....??

Kalo sobat pernah melihat kwitansi pembayaran, sobat akan menemukan nominal dalam bentuk angka dan terbilang. Nah terbilang inilah yang akan kita buat menjadi otomatisasi dengan pemrograman Visual Basic 6.0.

Jika sobat yang sedang mengerjakan sebuah aplikasi Sistem Informasi seperti penjualan, pembelian ataupun pembayaran, dengan logika ini sobat bisa membuat lebih sempurna lagi hasil kerja sobat tersebut, karena nominal terbilang akan muncul secara otomatis berdasarkan nominal angka yang muncul.

Contoh program berikut ini hanyalah sekedar uji coba alias cuma intinya aja,, sobat bisa menyesuaikan aja ntar ma project sobat dan menempatkan scriptnya ditempat yang sesuai pada project. Silakan sobat ikuti langkah-langkah berikut ini :
  •  Bikin disain form seperti berikut ini :
Membuat Logika Terbilang Dengan Visual Basic 6.0
  • Kemudian masukkan script berikut ini pada bagian coding :

  • Kemudian klik ganda pada Text1.Text, dan masukkan script berikut ini :

  • Silakan sobat running program tersebut, dan masukkan angka pada kotak digit, dan lihat hasilnya...,, maka nominal terbilang akan muncul secara otomatis.
Membuat Logika Terbilang Dengan Visual Basic 6.0


Untuk lebih jelasnya, silakan download projectnya disini :








Atau :



Semoga bermanfaat aja tutorial Visual Basic 6.0 yang berjudul Membuat Logika Terbilang Dengan Visual Basic 6.0....,, tunggu posting pemrograman Visual Basic 6.0 lainnya...




Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi

Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Dalam perancangan sistem informasi, dibutuhkan beberapa alat bantu perancangan agar analisa dan hasil yang ingin dicapai dapat mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Posting ini sengaja saya bikin sebagai bahan referensi untuk bab 2 skripsi jurusan Sistem Informasi.

Pada dasarnya, alat bantu perancangan sistem informasi terbagi atas 3 bagian yaitu :
  1. Alat bantu perancangan sistem
  2. Alat bantu perancangan logika program
  3. Alat bantu perancangan database
Barikut penjabaran dari alat bantu perancangan sistem informasi.

1. Alat bantu perancangan sistem
Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
  • ASI (Aliran Sistem Informasi)
  • Context Diagram
  • DFD (Data Flow Diagram)
1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.

Berikut simbol-simbol dari Aliran Sistem Informasi (ASI) :

No
Simbol
Keterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses Manual. Digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual atau pekerjaan yang dilakukan tanpa menggunakan komputer.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses Komputer. Proses yang menggunakan komputer dimana pengolahan data dilakukan secara online.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Dokumen. Merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data yang menunjukkan input dan output, baik untuk proses manual maupun komputer.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Garis Alir. Menunjukkan aliran atau arah dalam proses pengolahan data.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Arsip. Untuk menggambarkan penyimpanan data baik dalam bentuk arsip atau file komputer. Dapat di tulis F atau A.


1.2 Context Diagram
Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity  dengan suatu sistem  dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file.

Berikut simbol-simbol Context Diagram

NoSimbolKeterangan
1
Kesatuan Luar(EksternalEntity) = Merupakan kesatuan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada diluar lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output sistem.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses(Process) = Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Arus Data (Data Flow) = Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses sistem


1.3 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.

Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau tujuan data, dapat berupa bagian atau orang yang berada diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan yang mengubah aliran data yang masuk menjadi keluaran.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang dibutuhkan.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam proses.

Aturan dalam pembuatan DFD
  • Tidak boleh menghubungkan external entity ke external entity secara langsung.
  • Tidak boleh menghubungkan data storage ke data storage lainnya secara langsung.
  • Tidak boleh menghubungkan data storage dengan external entity secara lansung.
  • Pada setiap proses harus ada data flow masuk dan keluar dan sebaliknya.
  • Tidak boleh ada proses dari arus data tidak memiliki nama (nama harus ada)
  • Tidak boleh ada proses yang tidak memiliki nomor.
Metode pembuatan DFD
  • Mulai dari yang umum sampai yang detail
  • Jabarkan setiap proses
  • Pelihara konsistensi antar proses
  • Berikan label nama yang bermakna untuk ke empat simbol tersebut
  • Menjaga konsistensi dengan model lainnya.
Tahapan Pembuatan DFD
  • Buat Context Diagram (Top Level Diagram)
  • Buat diagram level 0
  •  Buat diagram level1 (diagram detail)
Diagram ini digunakan untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses dari diagram level 0.   

Cara pembuatan DFD 
  • Identifikasi semua external entity dalam sistem
  • Identifikasi semua input dan ouput yang terlibatdengan external entity.
  • Urutan pengambaran dimulai dari context diagram, diagram level 0, diagram level1.

2. Alat Bantu Perancangan Logika Program
Adapun alat bantu dalam pernacngan logika program terdiri atas 2 bagian yaitu :
  • Struktur Program
  • Flowchart
2.1 Struktur Program
Menggambarkan menu utama pada program yang akan dirancang juga menampilkan apa yang dikerjakan pada sebuah sistem atau membuat bagian bentuk spesifikasi dari modul-modul program yang dikerjakan pada sebuah sistem.

Berikut simbol-simbol dari struktur program :

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol sumber / atau tujuan data
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol proses terdefinisi


2.2 Flowchart
Program Flowchart adalah diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Bagan alir program (program flowchart)  merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.

Berikut simbol-simbol dari Flowchart :

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Input/Output.
Digunakan untuk mewakili data input/output.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Proses.
Digunakan untuk mewakili suatu proses.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Garis Alir.
Digunakan untuk menunjukkan arus dari proses.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Penghubung.
Digunakan untuk menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus. Baik pada halaman yang sama maupun di halaman berikutnya.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Keputusan.
Digunakan untuk suatu penyelesaian kondisi di dalam program.
6
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Proses Terdefinisi.
Digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain.
7
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Persiapan.
Digunakan untuk memberi/menset nilai awal suatu besaran.
8
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Titik Terminal.
Digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses


3. Alat Bantu Perancngan Database
Adapun alat bantu dalam perancagan database terdiri dari 2 bagian yaitu :
  • Entity Relationship Diagram (ERD)
  • Normalisasi Database
3.1 Entity Relationship Diagram (ERD)
Model ERD berisi komponen-komponen entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan  seluruh fakta yang ditinjau sehingga dapat diketahui hubungan antara entity-entity yang ada dengan atribut-atributnya. Selain itu juga bisa menggambarkan hubungan yang ada dalam pengolahan data, seperti hubungan many to many, one to many, one to one. 

Berikut simbol-simbol dari ERD

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Entity, yaitu suatu objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. Di dalam database, entity lebih dikenal dengan nama File.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Atribut, yaitu karakteristik yang mencirikan suatu entity atau property dari sebuah entity. Di dalam database, atribut dikenal dengan nama Field.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Field Key, yaitu Data/atribut yang bersifat unique(berbeda) dan tidak akan pernah sama dengan yang lainnya
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Relationship, merupakan relasi yang menyatakan hubungan antara entity.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Link, merupakan garis yang digunakan sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.


3.2 Normalisasi Database
Normalisasi adalah suatu teknik untuk meng-organisasi data ke dalam tabel-tabel  untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Adapun tujuan dari normalisal adalah :
  • Untuk menghilangkan kerangkapan data
  • Untuk mengurangkan kompleksitas
  • Untuk mempermudah pemodifikasian data
Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil, dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data.

Proses Normalisasi
  • Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya  dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
  • Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Tahap-tahap normalisasi : 
Bentuk Tidak Normal (Menghilangkan perulangan group) --> Bentuk Normal Pertama (1NF) (Menghilangkan ketergantungan sebagian) --> Bentuk Normal Kedua (2NF) (Menghilangkan ketergantungan transitif) --> Bentuk Normal Ketiga (3NF) (Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional)

Bentuk Normal  Kesatu  (1NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Kesatu bila  setiap data  bersifat atomik yaitu  setiap irisan  baris dan kolom  hanya mempunyai satu nilai data.
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal  Kedua bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kesatu, dan atribut yang bukan key sudah tergantung penuh terhadap key-nya.
Bentuk Normal  Ketiga (3NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal ketiga bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kedua dan  atribut yang bukan key tidak tergantung transitif terhadap key-nya.


Semoga bermanfaat....



Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running

Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running
Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running | Gho Blog's - Efek loading yang akan kita buat kali ini hanyalah sekedar style yang membuat project program visual basic menjadi lebih bagus dan menarik

Jika anda sedang mengerjakan project dengan bahasa pemrograman visual basic 6.0 tidak ada salahnya anda menambahkan efek-efek yang menarik sehingga aplikasi yang sedang anda kerjakan terlihat lebih bagus dan tidak biasa-biasa saja, sehingga pengguna dari aplikasi anda akan merasa lebih puas dengan hasil kerja anda.

Efek loading ini diletakkan pada startup aplikasi anda, jadi saat aplikasi tersebut dirunning maka efek loading ini akan muncul duluan sebelum menu utama aplikasi tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkah yang harus anda kerjakan dan kemudian lihat sendiri hasilnya. Silakan ikuti langkah-langkahnya berikut ini :

  • Buka project yang akan anda tambahkan efek loading, atau jika hanya ingin mencoba silakan anda buka bahasa pemrograman visual basic 6.0 dan pilih VB Enterprise Edition Controls kemudian klik OK
  • Klik kanan Project yang ada di jendela Properties disebelah kanan, pilih Add kemudian klik Form.
Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running 

  • Setelah jendela Add Form terbuka pilih Splash Screen kemudian klik Open.
Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running 
  • Hapus semua gambar pada form tersebut.
  • Buat disain form seperti gambar berikut.
Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running
  • Keterangan gambar : 1. Label, 2. Timer, 3. ProgressBar
  • Atur interval pada Timer di jendela properties menjadi 40
  • Buka jendela coding dari form tersebut dan hapus semua script yang ada. Kemudian masukkan script berikut ini :


  • Ubah settingan startup program dengan mengklik kanan project di jendela properties dan pilih Project1 Properties...
Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running
  • Setelah tampil jendela Project Properties klik menu pull down pada Startup Object, kemudian pilih formSplash dan klik OK.
Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running
  • Script yang berwarna merah diatas dapat anda ganti sesuai keinginan anda, tergantung form apa yang akan ditampilkan setelah efek loading selesai, sebagai contoh jika anda memiliki form menu utama menggunakan MDIForm maka ubah script tersebut seperti berikut
Load Form1
Form1.Show

ubah menjadi :

Load MDIForm1 
MDIForm1.Show

Silakan sobat download contoh programnya disini :










Atau :



Sekian dulu tutorial Visual Basic 6.0 yang berjudul Membuat Efek Loading Pada Program Visual Basic 6.0 Saat Di Running. Semoga bermanfaat....




Website Hantu

Website Hantu
Mungkin dikalangan webmaster, istilah ghost site / website hantu sudah tidak asing lagi. Tapi buat para newbie seperti saya, istilah yang satu ini masih terkesan aneh dan janggal.

Posting kali ini saya akan membahas sedikit mengenai ghost site/ website hantu lengkap dengan contoh-contoh website hantu yang saya buat sendiri.

Website hantu adalah sebuah web yang diisi scrip atau konten jahil dengan tujuan untuk bersenang-senang. Tapi ada juga website hantu yang berisikan script atau konten jahat seperti malware. Yang perlu digaris bawahi script atau konten jahil tidak sama dengan script atau konten jahat yang disebut malscript

Sesuai perkembangan blog yang semakin baik, para Blogger juga mulai berfikir kreatif bagaimana agar blog mereka dapat menjadi sesuatu yang menghibur dan menarik dengan membuat sebuah jebakan yang bersifat lucu di halaman blog.

Walaupun mengudang respon yang beragam, karena sebagian orang akan menganggap hal ini adalah sesuatu yang mengganggu, namun sebagian lagi setuju karena hal seperti ini hanya dianggap lelucon belaka. Menurut saya, biarkan para Blogger berinovasi selagi itu tidak melanggar aturan yang ada.

1. Jenis-Jenis Website Hantu
  • Web Virus
  • Wesite Flash Based
  • Web Distrubing GIF Image
  • Website Malscript
  • Web Video Freak
  • Defacing
  • Web Phising

2. Tujuan Website Hantu
  • Media Promosi
  • Penyebaran Virus
  • Mencuri Password
  • Perusakan Reputasi
  • Popularitas
  • Media Pembelajaran
  • Lelucon / Hiburan
Berikut ini contoh website hantu sederhana yang saya bikin sendiri, gak usah kawatir sob...,, yang saya bikin ini tidak mengandung script jahat seperti malscript, hanya lelucon semata koq...

Contoh Website Hantu 1

Nah,, kalo yang ini dalam bentuk video...,, silakan dicoba..

Contoh Website Hantu 2 (Video) 

Kalo yang satu ini dalam bentuk game flash (hasil download, bukan bikin sendiri,, hehehehe), kalo mau nyoba,, berikut aturan mainnya :
  • Sobat cukup mengikuti jalur yang berwarna biru hingga mencapai garis finnish di bagian berwarna merah, dengan catatan tidak keluar dari batas.
  • Selama ini belum ada yang bisa melewati lebih dari level 3
  • Selamat Mencoba

Contoh Game Website Hantu 
 
Ok deh, sekian dulu info dari saya,, jika sobat berminat kapan-kapan akan saya tunjukin gimana cara membuat website hantu.

Salam...



Cara Membuat Slide Show Dengan Visual Basic 6.0

Cara Membuat Slide Show Dengan Visual Basic 6.0
Cara Membuat Slide Show Dengan Visual Basic 6.0 | Gho Blog's - Setelah sekian lama mencari tau dan utak atik script VB, akhirnya ketemu juga coding untuk bikin Slide Show dengan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.

Tujuannya sih buat mempercantik tampilan form menu pada project yang sedang saya kerjakan supaya tambah menarik aja.

Awalnya kliatan sulit, tapi setelah beberapa hari bermeditasi didepan laptop, akhirnya ktemu juga, dan lebih gak disangka lagi ternyata scriptnya simple banget.

Buat sobat yang berminat membuat slide show foto dengan bahasa pemrograman yang satu ini, yah itung-itung nambah ilmu lah. Kalo cari script pemrograman Visual Basic 6.0 yang bersifat input, edit, delete dan proses,, kayaknya udah banyak tutorialnya.

Kali ini saya share cara dan coding untuk membuat slide show dengan Visual Basic 6.0 hasil meditasi saya...
hehehehehe...

Silakan sobat ikuti langkah-langkah berikut ini....:
  • Buat form seperti disain dibawah ini 
  • Atur Properties Timer1 : Interval = 4000 dan Enabled = True
  • Atur Properties Image1 : Stretch = True
  • Sebelumnya simpan terlebih dahulu project ini kedalam sebuah folder, kemudian didalam folder project buat lagi satu folder dan beri nama gambar.
  • Berhubung pemrogramannya masih simpel, saya mengatur di script untuk pembacaan tujuh buah gambar/foto saja yang berformat .jpg
  • Masukkan tujuah buah gambar/foto yang ingin dijadikan slide show kedalam folder gambar dan beri nama masing-masing foto tersebut dengan gbr1.jpg, gbr2.jpg, gbr3.jpg, ...... dan sterusnya.
  • Kembali keprogram, klik ganda pada Timer1 dan masukkan script berikut ini :
  • Kemudian klik ganda pada form dan masukkan script berikut ini :
  • Jika sudah, masukkan script berikut ini dan letakkan dibagian atas program :
  • Jika sobat ingin menambahkan jumlah foto sobat tinggal mengganti angka 7 yang berada pada coding Timer1 dengan jumlah foto yang sobat inginkan.
  • Untuk mengatur cepat lambatnya pergantian foto pada Slide Show, sobat cukup merubah nilai Interval pada properties Timer1 (Semakin kecil nilai Interval, maka semakin cepat juga pergantian foto pada Slide Show).
Gimana..,, simple bukan.....??
Kalo masih bingung, sobat bisa download program jadinya disini :






Atau :






Sekian dulu tutorial Visual Basic 6.0 yang berjudul Cara Membuat Slide Show Dengan Visual Basic 6.0.Semoga bermafaat postingnya...
Salam....



 
Copyright © 2014. Gho - Blog's - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template