Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC

MySQL Database
Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC | Gho Blog's - Masih seputar dunia pemrograman dan database, posting kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat koneksi antara program dengan database MySQL menggunakan ODBC Connector.

Metode yang akan dijelaskan berikut ini biasa digunakan untuk pemrograman desktop application seperti java dan visual basic, jadi untuk penggunaan pemrograman yang berbasis database server alias multy user, cara settingnya akan sedikit berbeda.

Sebelum membuat koneksi pastikan komputer sobat sudah terinstal mysql-connector-odbc-3.51. Jika belum punya sobat bisa download secara gratis, kapasitasnya pun kecil hanya sekitar 2 Mb.


Setelah sobat download mysql-connector-odbc-3.51.msi, install file tersebut dikomputer sobat.
Jika sudah, ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat koneksi MySql ODBC :
  • Jalankan local server di komputer sobat, baik itu phptriad (apache), xamp dan lain sebagainya.
  • Setelah itu, buka Control Panel kemudian pilih Administrative Tools.
Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC-1
  • Kemudian pilih Data Source (ODBC).
Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC-2
  • Setelah muncul kotak ODBC Data Source Administrator, klik tombol Add.
Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC-3
  • Setelah muncul kotak Create New Data Source, pilih MySQL ODBC 3.51 Driver, kemudian klik Finish.
Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC-4
  • Kemudian isikan form yang tersedia :
Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC-5
  • Data Source Name = isi dengan nama database sobat
  • Description = (kosongkan)
  • Server = isi dengan nama localhost
  • User = isi dengan nama root
  • Password = (kosongkan)
  • Database = klik panah bawah, kemudian pilih nama database sobat.
  • Jika sudah, klik tombol Test, jika muncul pesan koneksi sukses, klik tombol OK.
Sekian tutorial dari saya yang berjudul Cara Membuat Koneksi MySQL ODBC. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.




Konsep Sistem Informasi

Konsep Sistem Informasi
Posting kali ini saya akan membagikan sedikit bahan mengenai konsep Sistem Informasi yang bisa sobat gunakan sebagai bahan Tinjuan Pustaka / Landasan Teori dalam menyusun skripsi di Bab II.

Adapun yang hal-hal yang akan dibahas pada posting kali ini seperti, pengertian sistem, pengertian informasi, pengertian sistem informasi, komponen sistem informasi, SDLC (System Development Life Cycle), klasifikasi sistem, karakteristik sistem dan lain sebagainya.

 Semoga bermanfaat aja posting kali ini, berikut penjelasan dari Konsep Sistem Informasi :

1. Pengertian Sistem
Kata sistem berasal dari bahasa Greek (Yunani/ Greece) yaitu systema yang berarti kesatuan atau sekumpulan. Ada beberapa definisi dari sistem berdasarkan pendekatan yang berbeda yaitu dari penekanan kepada prosedur dan penekanan kepada elemen atau komponennya:
  • Pendekatan sistem yang lebih menekankan kepada prosedur - Menurut Jogiyanto, HM (2001 : 1), Sistem adalah suatu jaringan kerja dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau  usaha untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. 
  • Pendekatan sistem yang lebih menekankan kepada Komponen / Elemen - Menurut Jogiyanto, HM (2001 : 2), Sistem adalah kumpulan dari element-element yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Menurut L . James Havery "sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan."

2. Karakteristik Sistem
Menurut Jogiyanto H.M (2000 : 684) : Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat tertentu. Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat yang tertentu , yaitu mempunyai :
  1. Komponen Sistem (systems component) - Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan.
  2. Batas Sistem (systems boundary) - Merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainya atau dengan lingkungan luarnya.
  3. Lingkungan Luar Sistem (systems environment) - Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  4. Penghubung Sistem (systems interface) - Merupakan media penghubung antara subsistem, yang memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
  5. Masukan Sistem (systems input) - Adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa masukkan perawatan(Maintenance input) dan masukkan signal(signal input).
  6. Keluaran Sistem (systems output) - Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
  7. Pengolahan Sistem (systems process) - Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.
  8. Sasaran dan Tujuan Sistem - Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran, kalau sistem tidak mempunyai sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sistem dikatakan berhasil apabila mengenal sasaran atau tujuannya karena sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan keluaran sistem yang dihasilkan.

3. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang di antaranya:
  1. Sistem abstrak dan sistem fisik - Sistem abstrak adalah suatu sistem yang berupa pikiran atau ide-ide yang tidak nampak secara fisik, sedangkan sistem fisik adalah suatu sistem yang berupa pikiran atau ide-ide yang nampak secara fisik.
  2. Sistem alamiah dan sistem buatan - Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melaui proses alam, bukan buatan manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah suatu sistem yang melibatkan antara manusia dan mesin.
  3. Sistem tertentu dan sistem tidak tertentu - Sistem tertentu beroprasi dengan cara yang dapat diramalkan secara tepat interaksi antara bagian-bagian bagian diketahui dengan pasti. Sedangkan sistem tidak tertentu dapat diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin tetapi selalu ada sistem kesalahan atas ramalan terhadap jalannya sistem.
  4. Sistem Tertutup dan Sistem terbuka - Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkunganlainnya. Sedangkan sitem terbuka adalah sistem yang berpengaruh dan berhubungan dengan lingkungan luarnya.

4. Pengertian Informasi 
Suatu informasi mempunyai fungsi utama yaitu untuk menambah pengetahuan atau untuk mengurangi ketidakpastian pemakaian informasi untuk lebih memahami apa itu informasi. Berikut beberapa pendapat tentang pengertian informasi antara lain:
  •  Menurut Jogiyanto H.M (2000 : 692) Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
  • Selain itu Jogiyanto H.M (2005:8) mendefinisikan sebagai berikut : “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya"
  • Menurut Indrajit dalam Zubair (2005:9),”Informasi adalah hasil pengolahan data yang secara prinsip memiliki nilai atau value yang dibandingkan dengan data mentah ”
  • Menurut Krismiaji dalam Zabaer (2005:15), “Informasi adalah data yang telah diorganisasi, dan telah memiliki kegunakan dan manfaat”.
Organisasi menggunakan informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya, menghasilkan pendapatan dan kegunaannya dalam pelayanan. Ada 2 (dua) sumber informasi diantaranya :
  1. Data Empiris - Merupakan data yang didapat melalui pengumpulan data-data atau survei (pengamatan langsung)
  2. Data dari Ahli - Merupakan data yang bersumber dari pendapat atau pandangan subjektif dari ahli atau orang yang lebih mengetahui tentang kejadian yang tidak pasti.
    Sehubungan dengan sumber informasi tersebut, maka informasi lebih banyak berasal dari data empiris. Pada dasarnya ada 4 (empat) cara pengumpulan data yang penting, antara lain : 
    • Melalui pengamatan langsung (Observasi).
    • Melalui Wawancara (Dialog).
    • Melalui Koresponden (Surat Menyurat).
    • Melaui Pertanyaan (Questioner).

5. Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem Informasi dikemukakan oleh Henry C. Lucas dalam Jogiyanto H.M (2001:35) bahwa suatu sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian dalam organisasi.

Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts dalam Jogiyanto H.M (2001:35-36) bahwa sistem informasi merupakan suatu dari orang-orang fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan yang menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusan yang cerdik.

Sistem Informasi menerima masukan dari data dan instruksi memproses data dan menghasilkan keluaran berupa informasi. Penyimpanan data diperlukan dalam proses ini, jadi pada system informasi fungsi pemrosesan informasi  tidak hanya mengubah data menjadi informasi tetapi juga menyimpan data sewaktu-waktu digunakan. Seperti gambaran berikut ini :
Konsep Sistem Informasi
Gambar 1 : Model Dasar Sistem Informasi


6. Komponen Sistem Informasi
  1. Perangkat keras (Hardware) yang mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer dan printer.
  2. Perangkat Lunak (software) atau program yang merupakan sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk memproses data.
  3. Prosedur yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkit keluaran yang dekehendaki.
  4. Orang merupakan semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
  5. Basis Data (Database) merupakan sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpana data.
  6. Jaringan komputer dan komunikasi data merupakan sistem penghubung yang memungkinkan sesumber dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar komponen sistem informasi berikut :
Konsep Sistem Informasi
Gambar 2: Komponen Sistem Informasi


7. Siklus Hidup Sistem Informasi (System Development Life Cycle)
Pengembangan Sistem Informasi berbasiskan komputer merupakan tugas komplek yang membutuhkan banyak sumber daya dan waktu bebulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan system melewati bebrapa tahapan mulai system itu direncanakan sampai dengan system tersebut diterapkan, dioperasikan sampai dengan system tersebut dipelihara. Bila operasi system yang suda dikembangkan masih timbul permasalahan yang kritis, serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali ketahap yang pertama yaitu tahap perancangan sistem sehingga membentuk suatu siklus.

Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah didalam tahapan tersebut pada proses pengembangannya. Dalam siklus hidup pengembangan sistem terdapat tahap awal pengembangan item yang biasanya disebut dengan proyek suatu system, dimana didalamnya terdapat kegiatan perencanaan system yang merupakan kegiatan awal yakni merencanakan suatu sistem yang akan dikembangkan. Berikut gambar siklus hidup pengembangan sistem

Konsep Sistem Informasi
Gambar 3 : Siklus Hidup Pengembangan Sistem
  1. Tahap Analisis Sistem - Tahap awal dari SDLC adalah analisis sistem (System Analysis). Tahap ini dilakukan oleh analis sistem (System Analyst). Tahap dalam analisis sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
    • Studi Pendahuluan.
    •  Studi Kelayakan.
    • Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai.
    •  Memahami sistem yang ada.
    • Menganalisis hasil penelitian.
  2. Tahap Perancangan Sistem - Tahap perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu sebagai berikut :
    • Memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan informasi kepada pemakai sistem secara logika.
    • Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya.
  3. Tahap Implementasi Sistem - Implementasi sistem (System Implementation) adalah tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan. Tahap ini terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut :
    • Mempersiapkan rencana implementasi.
    • Melakukan kegiatan implementasi
      1. Memilih dan melatih personil.
      2. Memilih dan mempersiapkan tempat dan lokasi sistem.
      3. Mengetes sistem.
      4. Melakukan konversi sistem.
    • Menindak lanjuti implementasi
  4. Tahap Operasi dan Perawatan Sistem - Setelah sistem diimplementasikan dengan berhasil, sistem akan dioperasikan dan dirawat. Tahap ini disebut dengan operasi dan perawatan sistem (System Operation and Maintenance). Sistem perlu dirawat karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
    • Sistem mengandung kesalahan yang dulunya belum terdeteksi, sehingga kesalahan-kesalahan sistem perlu diperbaiki.
    • Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai sistem.
    • Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar.
    • Sistem perlu di tingkatkan.

Kayaknya sekian dulu pembahasan kali ini, lebih lanjutnya saya akan membagikan artikel mengenai Alat bantu dalam perancangan sistem informasi.

Semoga bermanfaat.....



Pengenalan Sistem Jaringan Syaraf Tiruan

Pengenalan Sistem Jaringan Syaraf Tiruan
Posting kali ini bukan membahas tentang jaringan syaraf manusia seperti pelajaran biologi, tapi kita akan membahas dasar dari algoritma untuk pembuatan sistem kecerdasan buatan menggunakan Artficial Neural Network alias Jaringan Syaraf Tiruan.

Dengan tidak bermaksud melanggar hak cipta atas tulisan berikut ini karena yang menyusun materi tentan sistem jaringan syaraf tiruan adalah salah satu dosen saya ketika masih kuliah dulu yaitu Bapak Dr. Ir. Gunadi Widi Nurcahyo, MSc.

Saya hanya ingin sedikit sharing saja, karena menurut saya materi kuliah yang satu ini sangat menarik. Berikut pembahasan dasar tentang Sistem Jaringan Syaraf Tiruan.

Pengertian Jaringan Syaraf Tiruan
Pemodelan yg didasari oleh kemampuan otak manusia dalam mengorganisasikan sel-sel penyusunnya yang disebut neuron, sehingga mampu melaksanakan tugastugas tertentu, khususnya pengenalan pola dengan efektifitas yang sangat tinggi. Sel syaraf (neuron) adalah unit pemrosesan informasi yang merupakan dasar operasi JST.

3 Elemen dasar dari neuron :
  • Sekumpulan sinapsis atau jalur hubungan, di mana masing-masing sinapsis memiliki bobot atau kekuatan hubungan.
  • Suatu adder untuk menjumlahkan sinyal-sinyal input yang diberi bobot oleh sinapsis neuron yang sesuai. Operasi-operasi yang digambarkan di sini mengikuti aturan linear combiner.
  • Suatu fungsi aktivasi untuk membatasi amplitudo output dari setiap neuron.

Contoh Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan : 
1. Adaptive Noise Canceling
Aplikasi ini telah mendapatkan penghargaan Institute of Electrical and Electronic Engineers' Alexander Graham Bell. Sumbangan aplikasi ini adalah membersihkan gangguan pada saluran telpon (dikenal sebagai echo) dan mengurangi kesalahan transmisi modem. Setiap kita melakukan sambungan telpon jarak jauh, suara kita akan diproses melalui suatu penyaring adaptif. Proses penyaringan adaptif ini dikembangkan oleh Bernard Widrow pada tahun 1950-an. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang sukses untuk jangka waktu terpanjang.

2. Mortgage Risk Evaluator
Perusahaan Nestor telah berhasil mengembangkan produk yang digunakan dalam aplikasi hipotek (Mortgage Risk Evaluator). Produk ini membantu biro kredit mengidentifikasikan seseorang yang mampu membayar hipotek. Sistem telah dilatih dalam beberapa ribu aplikasi nyata, sekitar setengahnya diterima dan
setengah yang lain ditolak oleh pemeriksa. Belajar dari kesuksesan dan kegagalan pengalaman ini, sistem kemudian mencari pola di dalam data untuk menentukan hal-hal apa saja yang menunjukkan suatu risiko tinggi. Selain itu, sistem dapat pula dikonfigurasi agar pendugaannya bersifat konservatif atau pun optimistik.

3. Bomb Sniffer
Pada bulan Agustus 1989, Federal Aviation Administration memasang suatu sistem detektor bom baru di New York's JFK International Airport. Metode-metode tradisional untuk menentukan risiko semacam ini memiliki keterbatasan yaitu operator dapat menjadi lelah, bosan dan kehilangan konsentrasi. Science Applications International Corporation (SAIC) mengembangkan suatu jaringan saraf yang disebut Thermal Neutron Analysis (TNA) atau lebih umum dikenal sebagai SNOOPE. Sistem ini bekerja secara otomatis dan tidak dapat menjadi lelah dan bosan. SNOOPE ini telah diuji pada sejumlah bahan peledak untuk mengidentifikasi pola emisi sinar gamma yang dimiliki oleh bahan-bahan tersebut. Sistem ini mampu memeriksa sekitar sepuluh buah kopor per menitnya. Jika SNOOPE ragu atas suatu kopor, ia dapat memberikannya kepada inspektur. Lalu data kopor yang dicurigai disimpan untuk digunakan di masa mendatang.

Model Jaringan Syaraf Neuron
Terdapat tiga variasi model neuron yang bisa digunakan karena ketiganya sebenarnya ekuivalen. Pertama, model model ini memasukkan threshold 0k (diterapkan secara external) yang memperkecil nilai input untuk fungsi aktivasi. Sebaliknya, nilai input untuk fungsi aktivasi bisa diperbesar dengan menggunakan bias yang merupakan kebalikan dari threshold.

Model Jaringan Syaraf Neuron
Model Jaringan Syaraf Neuron
Pada Gambar diatas terlihat serangkaian aliran sinyal masukan x1, x2, .., xp yang direpresentasikan oleh sebuah neuron. Sebuah neuron bisa memiliki banyak masukan dan hanya satu keluaran yang bisa menjadi masukan bagi neuron-neuron yang lain. Aliran sinyal masukan ini dikalikan dengan suatu penimbang (bobot sinapsis) wk1, wk2, .., wkp dan kemudian dilakukan penjumlahan terhadap semua masukan yang telah diboboti tadi. Hasil penjumlahan ini disebut keluaran dari the linear combiner uk.

Fungsi Aktivasi
Fungsi aktivasi mendefinisikan nilai output dari suatu neuron dalam level aktivasi tertentu berdasarkan nilai output pengkombinasi linear ui.
Macam-macam fungsi aktivasi :
  • Threshold function
  • Piecewise-linear function
  • Sigmoid function
Sekian dulu deh pembahasan dasarnya..., kapan-kapan kita lanjutin lagi ketingkat yang lebih rumit.....
Salam......



Sekilas Tentang Metode Constraint Satisfaction Problem

Constraint Satisfaction Problem
Constraint Satisfaction Problem merupakan sebuah pendekatan dari problem yang bersifat matematis dengan tujuan menemukan keadaan atau obyek yang memenuhi sejumlah persyaratan atau kiteria. Sebuah Constraint diartikan sebagai batasan solusi memungkinkan dalam sebuah problem optimasi.

Constraint Satisfaction Problem adalah suatu permasalahan seseorang harus mencari nilai untuk set variabel (finite) yang memenuhi set constraint (finite).

Metode ini biasa digunakan dalam pembuatan aplikasi sistem informasi penjadwalan karena Metode Constraint Satisfaction Problem memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan metode lainnya, antara lain :

  • Outputnya singkat, 
  • Programnya sederhana, 
  • Dan sangat mungkin untuk bereksperimen mendapatkan penyelesaian dengan program terbaik(efisien) dan waktu komputasi tercepat.
Komponen dari Constraint Satisfaction Problem terbagi atas 3 yaitu :
  1. Variabel merupakan penampung yang dapat diisi berbagai nilai.
  2. Domain merupakan kumpulan nilai legal yang dapat diisi ke variable.
  3. Constraint merupakan suatu aturan yang ditentukan untuk mengatur nilai boleh diisikan ke variable atau kombonasi variable.
Constraint dari Constraint Satisfaction Problem terbagi atas 2 kategori yaitu :
  • Hard Constraint adalah batasan yang harus dipenuhi dan tidak boleh dilanggar dalam pembuatan penyelasaian masalah.
  • Soft Constraint adalah batasan tambahan yang biasanya merupakan sebuah permintaan.
Dalam beberapa masalah yang lebih kompleks, metode Constraint Satisfaction Problem ini bisa dipadukan dengan algoritma lainnya seperti :
  • Algoritma Genetika
  • Backtracking
  • Forward Checking
  • Constraint Propagation
  • Arc and Path Consistency
  • Variable and Value Ordering
  • Hill Climbing
Segini dulu deh,, kalo dijelasin semua bakalan ampe pagi ntar.....
Semoga bisa dijadikan referensi yang bermanfat buat sobat semua.....



Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi

Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Dalam perancangan sistem informasi, dibutuhkan beberapa alat bantu perancangan agar analisa dan hasil yang ingin dicapai dapat mencapai sebuah hasil yang maksimal.

Posting ini sengaja saya bikin sebagai bahan referensi untuk bab 2 skripsi jurusan Sistem Informasi.

Pada dasarnya, alat bantu perancangan sistem informasi terbagi atas 3 bagian yaitu :
  1. Alat bantu perancangan sistem
  2. Alat bantu perancangan logika program
  3. Alat bantu perancangan database
Barikut penjabaran dari alat bantu perancangan sistem informasi.

1. Alat bantu perancangan sistem
Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
  • ASI (Aliran Sistem Informasi)
  • Context Diagram
  • DFD (Data Flow Diagram)
1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.

Berikut simbol-simbol dari Aliran Sistem Informasi (ASI) :

No
Simbol
Keterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses Manual. Digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual atau pekerjaan yang dilakukan tanpa menggunakan komputer.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses Komputer. Proses yang menggunakan komputer dimana pengolahan data dilakukan secara online.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Dokumen. Merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data yang menunjukkan input dan output, baik untuk proses manual maupun komputer.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Garis Alir. Menunjukkan aliran atau arah dalam proses pengolahan data.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Arsip. Untuk menggambarkan penyimpanan data baik dalam bentuk arsip atau file komputer. Dapat di tulis F atau A.


1.2 Context Diagram
Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity  dengan suatu sistem  dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file.

Berikut simbol-simbol Context Diagram

NoSimbolKeterangan
1
Kesatuan Luar(EksternalEntity) = Merupakan kesatuan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada diluar lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output sistem.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses(Process) = Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Arus Data (Data Flow) = Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses sistem


1.3 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.

Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau tujuan data, dapat berupa bagian atau orang yang berada diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan yang mengubah aliran data yang masuk menjadi keluaran.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang dibutuhkan.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam proses.

Aturan dalam pembuatan DFD
  • Tidak boleh menghubungkan external entity ke external entity secara langsung.
  • Tidak boleh menghubungkan data storage ke data storage lainnya secara langsung.
  • Tidak boleh menghubungkan data storage dengan external entity secara lansung.
  • Pada setiap proses harus ada data flow masuk dan keluar dan sebaliknya.
  • Tidak boleh ada proses dari arus data tidak memiliki nama (nama harus ada)
  • Tidak boleh ada proses yang tidak memiliki nomor.
Metode pembuatan DFD
  • Mulai dari yang umum sampai yang detail
  • Jabarkan setiap proses
  • Pelihara konsistensi antar proses
  • Berikan label nama yang bermakna untuk ke empat simbol tersebut
  • Menjaga konsistensi dengan model lainnya.
Tahapan Pembuatan DFD
  • Buat Context Diagram (Top Level Diagram)
  • Buat diagram level 0
  •  Buat diagram level1 (diagram detail)
Diagram ini digunakan untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses dari diagram level 0.   

Cara pembuatan DFD 
  • Identifikasi semua external entity dalam sistem
  • Identifikasi semua input dan ouput yang terlibatdengan external entity.
  • Urutan pengambaran dimulai dari context diagram, diagram level 0, diagram level1.

2. Alat Bantu Perancangan Logika Program
Adapun alat bantu dalam pernacngan logika program terdiri atas 2 bagian yaitu :
  • Struktur Program
  • Flowchart
2.1 Struktur Program
Menggambarkan menu utama pada program yang akan dirancang juga menampilkan apa yang dikerjakan pada sebuah sistem atau membuat bagian bentuk spesifikasi dari modul-modul program yang dikerjakan pada sebuah sistem.

Berikut simbol-simbol dari struktur program :

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol sumber / atau tujuan data
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol proses terdefinisi


2.2 Flowchart
Program Flowchart adalah diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Bagan alir program (program flowchart)  merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.

Berikut simbol-simbol dari Flowchart :

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Input/Output.
Digunakan untuk mewakili data input/output.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Proses.
Digunakan untuk mewakili suatu proses.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Garis Alir.
Digunakan untuk menunjukkan arus dari proses.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Penghubung.
Digunakan untuk menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus. Baik pada halaman yang sama maupun di halaman berikutnya.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Keputusan.
Digunakan untuk suatu penyelesaian kondisi di dalam program.
6
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Proses Terdefinisi.
Digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain.
7
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Persiapan.
Digunakan untuk memberi/menset nilai awal suatu besaran.
8
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Titik Terminal.
Digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses


3. Alat Bantu Perancngan Database
Adapun alat bantu dalam perancagan database terdiri dari 2 bagian yaitu :
  • Entity Relationship Diagram (ERD)
  • Normalisasi Database
3.1 Entity Relationship Diagram (ERD)
Model ERD berisi komponen-komponen entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan  seluruh fakta yang ditinjau sehingga dapat diketahui hubungan antara entity-entity yang ada dengan atribut-atributnya. Selain itu juga bisa menggambarkan hubungan yang ada dalam pengolahan data, seperti hubungan many to many, one to many, one to one. 

Berikut simbol-simbol dari ERD

NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Entity, yaitu suatu objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. Di dalam database, entity lebih dikenal dengan nama File.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Atribut, yaitu karakteristik yang mencirikan suatu entity atau property dari sebuah entity. Di dalam database, atribut dikenal dengan nama Field.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Field Key, yaitu Data/atribut yang bersifat unique(berbeda) dan tidak akan pernah sama dengan yang lainnya
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Relationship, merupakan relasi yang menyatakan hubungan antara entity.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Link, merupakan garis yang digunakan sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.


3.2 Normalisasi Database
Normalisasi adalah suatu teknik untuk meng-organisasi data ke dalam tabel-tabel  untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Adapun tujuan dari normalisal adalah :
  • Untuk menghilangkan kerangkapan data
  • Untuk mengurangkan kompleksitas
  • Untuk mempermudah pemodifikasian data
Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil, dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data.

Proses Normalisasi
  • Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya  dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
  • Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Tahap-tahap normalisasi : 
Bentuk Tidak Normal (Menghilangkan perulangan group) --> Bentuk Normal Pertama (1NF) (Menghilangkan ketergantungan sebagian) --> Bentuk Normal Kedua (2NF) (Menghilangkan ketergantungan transitif) --> Bentuk Normal Ketiga (3NF) (Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional)

Bentuk Normal  Kesatu  (1NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Kesatu bila  setiap data  bersifat atomik yaitu  setiap irisan  baris dan kolom  hanya mempunyai satu nilai data.
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal  Kedua bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kesatu, dan atribut yang bukan key sudah tergantung penuh terhadap key-nya.
Bentuk Normal  Ketiga (3NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal ketiga bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kedua dan  atribut yang bukan key tidak tergantung transitif terhadap key-nya.


Semoga bermanfaat....



Registry Setting Crystal Report Penggabungan Dua File MySQL Pada Visual Basic 6.0

Registry Setting Crystal Report Penggabungan Dua File MySQL Pada Visual Basic 6.0
Posting kali ini untuk menjawab pertanyaan dari seorang teman yang sedang membuat aplikasi sistem informasi dengan bahasa pemrograman Visual Basic, database Mysql dan Crystal Report.

Masalah yang muncul adalah, jika menggunakan database Mysql dalam pembuatan laporan dengan Crystal Report kita tidak bisa menggabungkan dua buah file dalam satu laporan. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan melakukan sedikit settingan pada regisrty windows.

Berikut langkah-langkah setting registry windows :
  • Buka Registry Editor dengan cara klik Start kemudian pilih Run
  • Ketikkan regedit kemudian tekan enter atau klik OK

Registry Setting Crystal Report Penggabungan Dua File MySQL Pada Visual Basic 6.0
  • Cari key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Seagate Software\Crystal  Reports\DatabaseOptions\ODBC
Registry Setting Crystal Report Penggabungan Dua File MySQL Pada Visual Basic 6.0
  • Buat key baru dengan cara klik kanan ODBC, pilih New kemudian klik Key dan beri nama OuterJoin

Registry Setting Crystal Report Penggabungan Dua File MySQL Pada Visual Basic 6.0
  • Kemudian klik kanan Key OuterJoin tadi, pilih New dan klik String Value kemudian beri nama SQL2OuterJoin
  • Klik kanan pada String Value SQL2OuterJoin tersebut, kemudian pilih Modify. Ketikkan libmyodbc3 pada Value Data dan klik OK.

Registry Setting Crystal Report Penggabungan Dua File MySQL Pada Visual Basic 6.0

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...
Salam...



 
Copyright © 2014. Gho - Blog's - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template