Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

10 Dosa Penutup Pintu Rejeki

10 Dosa Penutup Pintu Rejeki
10 Dosa Penutup Pintu Rejeki | Gho Blog's - Setiap dosa yang kita perbuat cenderung mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah.

Jika posting sebelumnya membahas tentang 7 Hal Yang Dapat Membuka Pintu Rejeki dan 7 Bacaan Doa Pembuka Pintu Rejeki, demi penyempurna usaha kita untuk meraih rejeki dari Allah kita juga harus terhidar dari 10 macam perbuatan dosa berikut yang dapat menutup dan menghalangi rejeki dalam kehidupan kita.

Kesalahan-kesalahan yang kita buat baik terhadap Allah maupun terhadap manusia membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan.

Ada 10 dosa besar yang mesti kita periksa dan kita hindari, yang kemungkinan inilah penyebab utama dari setiap permasalahan yang kita alami ..
  1. Syirik ..
  2. Melalaikan Shalat ..
  3. Durhaka sama orang tua ..
  4. Zina ..
  5. Rizki/harta haram ..
  6. Judi, Narkoba, Minum khamr ..
  7. Memutuskan silaturahim ..
  8. Bakhil/Pelit sedekahnya ..
  9. Segala Penyakit hati : bohong, fitnah, serakah, menuduh orang baik2 berzina, riya', sombong, angkuh, dll..
  10. Ghibbah (ngomongin orang)

Ini dulu yang kita perbaiki. Supaya rejeki kita, hajat kita terbuka, permasalahan-permasalahan berat yang kita alami ditutup Allah, dan doa kita senantiasa dikabulkan Allah. Subhanallah ....

Memang sih, dosa itu banyak. Tapi 10 dosa besar inilah yang sering kita temui di dalam kehidupan kita, yang seyogyanya adalah penyebab utama dari dosa-dosa lainnya .. Seperti membunuh, mencuri, dll.

Sekian posting kami yang berjudul 10 Dosa Penutup Pintu Rejeki. Semoga Allah mengampuni kita, dan melindungi kita dari godaan syetan yang terkutuk. Aamiin ... [Sumber : Akun Facebook Ust Yusuf Mansur]


Kisah Tahajud Seorang Pengangguran

Kisah Tahajud Seorang Pengangguran
Kisah Tahajud Seorang Pengangguran | Gho Blog's - Banyak orang bergembira selepas lulus kuliah. Namun tidak demikian halnya dengan Faiz yang tampak sedih. Rupanya, karena ia telah mulai memahami bahwa kini terbentang masalah besar di hadapannya, salah satunya adalah kenyataan dirinya belum mendapatkan pekerjaan alias pengangguran.

Untuk menutup kepanikan, setiap ada yang bertanya telah bekerja di mana, akan dijawabnya "sedang transisi". Yang dimaksudnya sebagai transisi ialah proses mencari pekerjaan. Suatu hari, tak terduga olehnya bila di sebuah pameran buku, ia berjumpa dengan kakak kelasnya di sekolah menengah. Mereka berjumpa di sebuah acara talkshow tentang mukjizat sedekah, yang sekaligus launching buku tersebut.

Kepada kakak kelasnya itu, layaknya seorang adik, Faiz bercerita tentang kondisinya yang masih menganggur, dan sejauh mencari kerja ia belum juga mendapatkannya.

Sekian lamaran kerja sudah dikirimkannya, sebagian tak jelas nasibnya, sebagian dibalas dengan surat penolakan. Dasar sama-sama alumni sekolah agama, kakak kelasnya itu hanya berujar pendek, "Cobalah engkau tahajud". Faiz protes, ia ingin mendapatkan solusi yang rasional dan konkrit, bukan ceramah.

Kakak kelasnya menimpali, "Engkau coba tahajud dulu, sambil jalan kita pikirkan apa yang bisa dilakukan. Jelasnya kita perlu yakin kepada diri sendiri untuk dapat mulai melakukan sesuatu".

Meski kurang puas dengan jawaban kakak kelasnya, karena tidak sesuai dengan harapannya. Faiz tetap merenungkan saran itu sepanjang jalan pulang. Mulailah ia, dengan sedikit dongkol, mendirikan tahajud di tengah malam.

Ini merupakan sesuatu yang aneh bagi dirinya. Maklum, logikanya belum dapat menangkap apa yang diinginkan kakak kelasnya tersebut. Bagaimana mungkin, seorang pengangguran sepertiku, yang sedang membutuhkan pekerjaan, justru disarankan mendirikan tahajud?

Dalam tahajud hari pertama, Faiz belum mendapatkan apa-apa karena tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Ia masih berpikir tentang kesulitan yang dialaminya dan nasihat kakak kelasnya untuk tahajud.

Namun Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya, hari demi hari, Faiz terheran-heran dengan kondisi dirinya. Ia tampak lebih tenang, tidak lagi panik seperti saat fresh graduate.

Di tengah tahajud ia kerap merenungkan perjalanan hidupnya, bagaimana dirinya telah mendapatkan banyak karunia dan rezeki dari Allah, termasuk lulus kuliah sementara banyak orang tak mampu meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan yang kuliah pun banyak yang putus di tengah jalan. Atas rasa syukur itu Faiz menjadi lebih tenang menapaki masa depan yang terbentang di hadapannya.

Dengan bekal ketenangan hati itulah, Faiz coba mengontak lagi kakak kelasnya yang sempat ditemuinya di lokasi pameran. “Kebetulan kamu cepat mengontak, ada temanku yang butuh tenaga untuk mengisi pos marketing perusahaannya, “Apakah engkau mau?”.

Faiz terdiam dengan tawaran itu. Ia sadar diri, karena ia bukan orang yang tepat untuk posisi itu. Melihat Faiz tak juga menyahut, kaka kelasnya menyambung, “Apakah kamu tidak suka?, ya kita cari alternatif, saranku nggak usah pilih-pilih kerja, apalgi nunggu jadi PNS, atau kerja kantor, kerja itu yang penting halalan thayibah”, ujar kakak kelasnya.

Faiz masih berpikir, kakak kelasnya mengirim SMS : “Besok main ke rumahku saja. Kamu bantu-bantu di LSM temanku saja, karena besok sore dia akan kerumahku. Tapi, kamu tahu sendiri bagaimana cara kerja LSM kan? Kalau mau datang ya!”

Karena belum mendapat kejelasan hendak bekerja di mana. Faiz datang ke rumah kakak kelasnya, dan dipertemukan dengan teman kakak kelasnya itu. Faiz ditawari menjadi relawan pasca gempa. Setelah menimbang-nimbang, Faiz merasa pekerjaan yang ditawarkan itu tidak terlalu berat.

Ia hanya diminta untuk mendampingi anak-anak korban gempa, seperti melalui kegiatan pengajian dan bermain bersama. Dan Alhamdulillah, meskipun sebenarnya pekerjaan itu terlihat sepele, ia mendapatkan honor yang lebih dari cukup.

Ternyata selama ini, LSM tersebut sudah lama mencari relawan yang bisa mendampingi korban gempa melalui sarana keagamaan, seperti pengajian anak-anak. Itulah sebabnya mereka tak ragu untuk memberikan honor yang cukup besar kepada Faiz. Faiz sendiri heran dengan apa yang dialaminya. Subhanallah, inikah hidayah yang engkau kirimkan kepadaku lewat tahajud?, renung Faiz di sela tahajudnya.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". [QS. Ath-Thalaaq 65:2-3] - (Sumber : Akun Facebook Ust Yusuf Mansur)

Kisah Dibalik Doa Yang Tidak Terkabul

Kisah Dibalik Doa Yang Tidak Terkabul
Kisah Dibalik Doa Yang Tidak Terkabul | Gho Blog's - Ada seseorang yang rajin berdoa, meminta sesuatu kepada Allah SWT. Orangnya soleh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.

Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Shalat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang soleh ini pun heran. Akhirnya, dia pun datang ke seorang ustadz.

*(ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang diainginkan.)*

"Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya nggak bener, suaranya fals, bagaimana...???" *(tanya pak ustadz ke orang sholeh itu sambil tersenyum.)*

"Segera saya kasih pak ustadz, nggak nahan ngeliat dan mendengarkan dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula...!!! *(jawab orang soleh itu.)*

"Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana...???" *(tanya pak ustadz)*

"Wah, kalau gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz...!!!" *(jawab si orang soleh dengan mantep)*

Pak ustadz pun tersenyum.

"Begitulah nak. Allah SWT ketika melihat engkau, yang soleh, datang menghadap-Nya, Allah SWT betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah SWT pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah SWT, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalau doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini...??? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta...!!!" (jawab pak ustadz)*

Beda sama temenmu itu. Allah SWT nggak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah SWT. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah SWT buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi. *(lanjut pak ustadz.)*

"Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata nggak Allah SWT kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baiknya pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ...!!!" *(tutup pak ustadz.)*

Tersadarlah orang sholeh tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah SWT. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya.

Sekian kisah renungan yang berjudul Kisah Dibalik Doa Yang Tidak Terkabul. Semoga bermanfaat dan ada hikmah yang bisa di petik dari kisah di atas.



Kisah Nyata : Dari Hot Pants Menjadi Hijab

Kisah Nyata : Dari Hot Pants Menjadi Hijab
Kisah Nyata : Dari Hot Pants Menjadi Hijab | Gho Blog's - 4 April 2010, pada hari itu saya memutuskan memakai hijab. Sekitar 2,5 tahun lalu, dan alhamdulillah sampai sekarang saya tetap istiqomah dan tidak ada keraguan di dalamnya untuk semakin mencintai hijab saya.

Saat ini, kepada kalian semua saya ingin mengungkapkan, "how much I love my hijab". Betapa bangganya saya memakai mahkota ini.

Alasan terbesar saya pada waktu itu memutuskan berhijab yaitu, "aku ingin mengubah hidup dan kehidupanku," dan, "aku ingin merasa berharga dan dihargai".

Tidak ada yang salah pada kehidupanku sebelum memakai hijab. Pada waktu itu, mungkin umurku sekitar 17-18 tahunan, umur di mana seorang anak remaja tengah mencari jati dirinya. Memang benar adanya, aku menemukan suatu pelajaran kehidupan yang sangat luar biasa yang menjadikanku bisa seperti sekarang.

Dulu, betapa bangganya aku pergi dengan celana pendek (hot pants) dan mini dress. Betapa hebatnya aku jika pulang semakin larut malam, dan betapa bisa dibilang "gaulnya" aku mempunyai teman-teman yang rock 'n roll.

Sambil mengetik tulisan baris terakhir ini, aku sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat-ingat kebandelan remajaku pada waktu itu. Yang terkadang membuat orang tuaku dag dig dug... hehe..

Semuanya berlalu menjadi kisah lalu.

Untuk yang sering bertanya kepadaku, "waktu itu kamu hijabin hati atau langsung action berhijab, Sa?"

Saya akan menjawab, "aku langsung action memakai, karena berpikiran hijabin hati dulu justru tidak ada. Yang ada dalam pikiranku, aku hanya ingin merasa dihargai dan merubah kehidupanku. Karena jujur saja, pada waktu itu aku sudah merasa risih dengan pandangan lawan jenis terhadapku karena sering memakai pakaian yang kurang bahan."

Untuk yang sering berargumen kepadaku, "aku belum siap Sa pakai hijab. Sholatku saja masih suka bolong-bolong."

Kalian mau dengar ceritaku? Baca dengan hati ya dan jangan lupa tissue-nya.

Long story dimulai ...

Selama 3 hari setelah berhijab, aku sama sekali belum menjalankan sholat 5 waktu (perlu diketahui, sebelum berhijab aku juga masih malas-malasan untuk sholat karena belum sadar sholat itu kewajiban).

Berarti, kalian lebih baik daripada aku. Kalian hanya "bolong-bolong", sedangkan aku "sama sekali". Betapa banyak ya dosaku hehe...

Hari ke-4, hatiku mulai terketuk. Di saat aku bercermin, aku lihat ada selembar kain menutupi kepalaku. Seharusnya, aku pun malu jika kelakuanku "sama saja" sebelum aku menutup auratku.

Oke, perubahan yang harus kulakukan pertama kali adalah "AKU HARUS SHOLAT 5 WAKTU", mau tidak mau harus tidak boleh bolong lagi. Tiga bulan pertama, aku mati-matian belajar sholat 5 waktu dan tidak boleh bolong.

Mau tahu rumus apa yang kugunakan?

Satu kali sholat hanya 5 menit, jika 5x sholat dalam sehari berarti 25 menit. Sedangkan dalam satu hari, kita punya waktu 24 jam. 25 menit dibanding 24 jam tidak ada apa-apanya. Betapa kikirnya kita jika tidak mau ber-"sedekah" 25 menit untuk-Nya.

Got your answer tentang masalah ibadah yang masih bolong-bolong? Jangan bosan membaca dulu ya, aku harap kalian membacanya sampai akhir.

Ternyata semua seperti "setrum" otomatis. Ibadah memang membuat ketagihan. Setelah tiga bulan pertama belajar sholat 5 waktu, aku menemukan keasyikan tersendiri untuk belajar ibadah-ibadah wajib dan sunnah lainnya.

Prosesnya sangat luar biasa, aku hanya bisa berucap, "Subhanallah, sungguh Agung kebesaran-Mu Ya Allah".

Ini mungkin cerita serunya, tapi ada juga yang bertanya kepadaku, "apa rintangan terberatmu saat pertama kali berhijab? Aku masih susah berhijab, lingkungan pergaulanku masih belum mendukung."

Aku jawab ya, tetapi semoga kalian tetap ber-khusnudzon mendengar ceritaku.

"Siapa bilang tidak ada rintangan dalam memutuskan untuk berhijab. Tentunya, pasti ada rintangannya ketika kita memutuskan untuk berjalan di jalan kebaikan.

Rintangan terberatku, pada waktu itu aku pernah di-'judge' tidak pantas memakai hijab oleh beberapa orang yang tidak akan kusebut namanya. Waktu itu batin ikut menangis, entah dosa apa aku ini. Tetapi, sekarang berpikiran itu memang pikulan 'judge' masyarakat, karena aku sendiri yang kadang berpakaian dengan yang mini-mini."

Ada yang kuanggap sebagai rintangan terlucu. Sahabat dekatku sendiri pada waktu itu mencibirku, "Resa.. Resa.. paling kamu ini tahan pakai jilbab cuma seminggu terus lepas lagi!"

Hehe... mungkin kalau sahabatku membaca ini dan melihatku sekarang hanya cengar-cengir. Dan di penghujung ceritaku, alasan paling kuatku untuk tetap mempertahankan mahkota hijabku sampai sekarang... aku pernah bersimpuh maaf di telapak kaki ibuku dan beliau berkata, "Kamu itu 'manequin'-nya Ibu, berpakaianlah yang pantas, maka Ibu akan membanggakanmu". Kata-kata ini luar biasa dan akan selalu terkenang sampai kapan pun.

Untuk Bapak dan Ibuku, terima kasih untuk segalanya yang tidak dapat kusebutkan. Semoga setiap karya sederhanaku akan jadi pemberat timbangan kebaikan kalian di akhirat nanti.. Aamiin. Untuk para sahabat dan teman-temanku, terima kasih untuk pelajaran kehidupannya.

Dan sekarang ...

Untuk yang masih menemui keraguan dalam berhijab: ...

1. Untuk yang masih ragu karena malu akan masa lalunya, Allah tidak pernah tidur, setiap orang punya kisah masa lalu dan harus berlalu, kalian berhak jadi apa pun untuk masa depan kalian;

2. Untuk yang masih ragu ingin berhijab hati dulu sebelum menutup aurat, dengan hijab menutup aurat, insyaAllah hati kalian akan terhijabi secara otomatis;

3. Untuk yang sudah istiqomah berhijab, mari menginsipirasi Muslimah lainnya untuk menjadi "perhiasan" yang sesungguhnya.

Quote: ..

"Jika kamu menginginkan perubahan diri, tetapi lingkungan tidak mendukungmu, maka tinggalkan (untuk sementara) dan kembalilah setelah siap kembali dengan metamorfosismu."

Semoga tulisan saya ini menginspirasi bagi siapa pun yang membacanya, karena sesuai hadist riwayat, "Sebaik-baiknya Muslim adalah yang memberi manfaat untuk Muslim lainnya".

Wassalamu'alaikum wr. wb ..

- Ressa Kusumaningrum -

Jumuah Mubarakah, 24 Agustus 2012

Indonesia, 11.22 WIB

Semoga kita bisa mengambil ibroh dari membaca cerita ini ..



Let's Be More Than This

Let's Be More Than This
Gho Blog's | Let's Be More Than This - Merupakan salah satu kalimat yang saya petik dari reff lagu Paramore yang berjudul Crus-Crush-Crush. Mengapa saya tertarik mengangkat kalimat ini menjadi sebuah judul posting...??

Yang jelas bukan hanya karena saya memang suka dengan Paramore. Menurut saya, kalimat yang satu ini cukup inspiratif. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya "Mari Kita Menjadi Lebih Dari Ini".


Berikut cuplikan lirik dari reff lagu tersebut...

Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one, two i was just counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than this...

Wait....,, kita gak akan ngebahas tentang Paramore ataupun lagunya. Yang akan kita bahas adalah makna dari kalimat "Let's Be More Than This".

Nah.. pertanyaannya....
Siapa sih yang gak punya harapan...??
Siapa sih yang gak punya impian...??
Siapa sih yang punya keinginan untuk maju...??
Dan apakah sudah puas dengan apa yang dicapai hari ini...??

Siapa pun pasti punya harapan, impian serta keinginan untuk maju. Tapi untuk mendapatkan semua itu terkadang tidaklah mudah. Disini saya mengelopokkan menjadi 4 golongan orang-orang dalam menggapai impiannya :

  • Golongan 1 : orang yang cukup dengan langkah kecil saja sudah mampu meraih keberhasilan, tanpa harus berusah payah dan berusaha mati-matian untuk menggapai harapan.

  • Golongan 2 : orang yang harus berjuang mati-matian dulu baru bisa berhasil. Mereka harus menghadapi bermacam cobaan, mengalami jatuh bangun kemudian bangkit untuk berusaha lagi.

  • Golongan 3 : orang yang mengalami kegagalan kemudian berputus asa dan muncul pemikiran pesimis sehingga lebih memilih untuk mengubur semua harapan.

  • Golongan 4 : Orang yang punya harapan dan impian namun malas untuk berusaha, karena menganggap dirinya tidak akan mampu dan berbagai alasan yang tidak membangun dirinya sehingga selalu mengeluh dengan kekurangannya.
Hakikatnya, setiap manusia punya jalan rejekinya sendiri. Kegagalan adalah cobaan, tapi keberhasilan juga cobaan. Maksudnya, jika gagal kita harus tetap bangkit dan jika berhasil jangan sampai lupa diri. Karena bukan tidak mungkin Tuhan akan membalik keadaan atas keangkuhan dari keberhasilan kita.

Ingat...,, dalam Islam kita mengenal istilah "Ikhtiar dan Berdoa". Apakah Tuhan akan memberikan rejekinya jika kita hanya berdiam diri dan tak mau berusaha...?. Keduanya harus jalan beriringan, karena percuma saja kita berdoa siang dan malam tapi tidak mau berusaha. Tapi juga tidak akan sempurna jika kita hanya berusaha namun tidak berdoa dan bersyukur. Karena Dialah yang maha kaya dan maha pemberi segalanya.

Satu hal yang harus kita sadari, tidak ada kesia-sian dibalik cobaan yang Tuhan berikan. Pada posting saya yang berjudul Cara Terbaik Dalam Menyikapi Masalah, saya memuat uraian seperti berikut ini :
  • Mungkinkah seorang guru memberikan ujian kepada muridnya hanya sekedar iseng-iseng saja dan tanpa tujuan...??
  • Mungkinkah seorang guru memberikan ujian kepada muridnya tanpa menyiapkan jawabannya...??
  • Mungkinkah seorang guru memberikan ujian tanpa mempersiapkan muridnya terlebih dahulu...??
  • Mungkinkah seorang guru memberikan soal ujian anak SMA kepada anak SD...??
  • Mungkinkah seorang guru tidak menaikan kelas muridnya yang lulus ujian...??
Cermati pula uraian yang berikut ini :
  • Mungkinkah Tuhan menurunkan masalah hanya sekedar iseng-iseng dan tanpa tujuan...??
  • Mungkinkah Tuhan menurunkan masalah tanpa ada solusinya...??
  • Mungkinkah Tuhan menurunkan masalah tanpa mempersiapkan manusia tersebut terlebih dahulu...??
  • Mungkinkah Tuhan menurunkan masalah diluar batas kemampuan manusia...??
  • Mungkinkah Tuhan tidak mengangkat drajat manusia ketika berhasil meliwati masalah dan cobaan yang telah Ia berikan...??
Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa setiap cobaan yang Tuhan berikan kepada kita pasti memiliki makna yang berarti.


Apa yang harus kita lakukan...??


Mulailah memotivasi diri kita sendiri dengan cara sederhana, misalnya tanyakan pada diri kita, untuk siapakah keberhasilan kita kelak...?. Apakah untuk diri pribadi, atau membahagikan orang tua dan keluarga. Coba cari motivasi terbaik untuk diri kita masing-masing dan benar-benar tanamkan dalam hati sehingga kita tidak takut menhadapi cobaan dan kesulitan yang akan kita hadapi nanti.

Atau inginkah kita hidup sebagai manusia gagal dan tidak ingin menjadi lebih baik dari hari ini karena takut tantangan dan kalah dengan rasa malas...?

Yupp,, hidup itu pilihan sob...,, kalau pingin bermalas-malasan, yah silakan saja tapi jangan mengeluh dengan hidup yang tidak ada perubahan.

Satu hal yang terpenting, baik itu berhasil atau pun menhadapi kegagalan, jangan pernah berhenti bersyukur...

Lho, gagal kok bersyukur sih....??
Silakan baca artikel saya yang berjudul Inilah Keajaiban Yang Tidak Kita Sadari agar sobat mengerti apa yang saya maksud.

Ngomong-ngomong soal lagu Paramore, ni saya kasi video klipnya sebagai hiburan...


Sekian dulu sedikit masukkan dari saya, maaf bila banyak kekurangan yang harus dikoreksi karena saya bukan seorang motivator yang baik. Ini hanya sedikit opini yang mudah-mudahan bermanfaat.
"So, stop dreaming and let's be more than this..."



Tips Sederhana Menghadapi Persaingan Bisnis

Tips Sederhana Menghadapi Persaingan Bisnis
Tips Sederhana Menghadapi Persaingan Bisnis | Gho Blog's - Saya bukanlah seorang pebisnis, disini saya hanya ingin sedikit sharing dari pengalaman teman yang gagal dalam membangun usaha ditengah ketatnya persaingan usaha yang sama.

Saya hanyalah seorang sistem analis yang berkecimpung didunia pemrograman software. Dalam bidang saya ini, saya diharuskan mampu menganilisa kelemahan dari sebuah sistem guna mencari solusi dan merancang sistem baru agar berjalan secara maksimal dan lebih baik.

Pada posting ini saya akan mencoba menerapkan disiplin ilmu yang saya miliki pada kasus gagalnya sebuah bisnis. Saya akan mencoba menganalisa kelemahan dan memberikan sedikit solusi agar anda tidak mengalami hal yang sama seperti gagalnya bisnis teman saya.

Kronologi 
Seorang teman membuat sebuah usaha kecil-kecilan dengan modal sekitar 15 juta rupiah. Ia membuka sebuah tempat tongkrongan di tepi pantai kota yang menyajikan berbagai minuman hangat dan dingin untuk menemani pengunjung mulai dari sore hingga tengah malam.

Disekitar pantai kota tersebut sebenarnya sudah ada puluhan usaha yang sama. Namun saya menilai lokasi yang dijadikan tempat usaha tersebut terbilang cukup strategis. Tapi setelah berjalan beberapa bulan justru tidak ada peningkatan, yang terjadi adalah usaha tersebut pelan-pelan redup dan akhirnya gagal sehingga ia memutuskan untuk menjual usahanya kepada orang lain dengan harga 10 juta rupiah.

Analisa dan solusi 
Berdasarkan masalah diatas, saya mencoba untuk menganalisa dari beberapa macam kelemahan yang saya temukan pada masalah ini.


===> Analisa <===


1. Konsumen
Dalam analisa saya, hampir 90% pengunjung yang datang adalah anak muda yang berstatus pelajar dan mahasiswa.

2. Inovasi
Seperti yang kita ketahui pada kasus diatas, menghadapi persaingan usaha yang sejenis seperti ini, apalagi  bagi pendatang baru ditengah puluhan pesaing yang sama membutuhkan sebuah inovasi baru.

3. Pelayanan (Service)
Yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara melayani pelanggan sesuai target pada point 1 diatas.


=====> Solusi <====

Ide

Nahh, sekarang bagaimana caranya membuat sebuah solusi dari ke tiga point analisa diatas...?

Disini saya akan menjelaskan secara singkat, kita akan memadukan ke-3 point diatas menjadi sebuah solusi yang mudah-mudahan bisa menjadi sebuah inspirasi dan motivasi untuk anda.

Dalam menghadapi persaingan usaha seperti ini sangat dibutuhkan sebuah inovasi baru, kita bisa memulai dari segi menu terlebih dahulu, cobalah lakukan survei pada pesaing bisnis kita sehingga kita bisa mulai membangun hal yang berbeda dari segi menu. Pada kasus diatas, saya cenderung memfokuskan point 2 dan 3 terhadap konsumen. Pada dasarnya konsumen merupakan inti dari perkembangan usaha ini. 

Jika kita lihat status konsumen yang datang adalah kategori anak muda yang datang hanya sekedar buat nongkrong, sepertinya tidak akan cukup jika kita hanya menyajikan minuman saja. Karena keterbatasan skill dalam hal memasak,  kita bisa menambahkan menu-menu sederhana sebagai cemilan seperti kentang goreng, nuget ataupun sekedar roti bakar. Karena mereka yang datang, sebagian besar belum tentu ingin makan makanan yang terbilang mengenyangkan seperti nasi atau mie. Tapi jika anda mampu menyajikan menu mengenyangkan seperti ini akan lebih baik lagi.

Kemudian bagaimana cara anda memanjakan pelanggan...??

Menurut saya, buang istilah "Pembeli adalah raja" anggap pelanggan anda adalah teman dekat anda. Disini anda dituntut untuk mampu berbaur dan berusaha membangun interaksi sebaik mungkin. Yang saya pelajari dari pemilik lama tempat tersebut adalah, ia tidak segan untuk duduk bersama pelanggannya sembari ngobrol disela-sela waktu.

Selain itu, sewaktu-waktu berilah sesuatu secara gratis pada pelanggan setia anda. Misalnya ada pelanggan yang memesan nuget, beri juga kentang goreng atau pun roti bakar dan katakan pada pelanggan anda, kentang goreng atau roti bakar tersebut adalah bonus. Hal ini akan membangun hubungan yang baik antara anda dan pelanggan, tapi jangan terlalu sering anda melakukan hal ini, bisa-bisa anda yang rugi. Perhitungkan semuanya dan lihat situasi sebelum anda memberikan bonus kepada pelanggan.

Pada dasarnya siapapun akan senang dengan sesuatu yang bersifat gratis, apalagi pelanggan setia anda adalah pelajar dan mahasiswa yang selalu itung-itungan kalo ngeluarin uang.

Mungkin hanya itu saja sedikit tips dan solusi sederhana dari saya. Apapun bisnis anda, yang terpenting adalah ide dan fokus dalam mengerjakanya. Mulailah berfikir dan bangun ide-ide kreatif anda sendiri dan jangan setengah-setengah. Intinya anda tidak perlu berpikir terlalu jauh, mulailah dari hal-hal kecil dahulu karena sesuatu yang besar pasti berawal dari yang kecil.

Kunci Sukses

Selain itu saya sarankan kepada anda, disamping bisnis yang anda geluti mulailah berinvestasi secara ghaib. Karena dengan investasi semacam ini, usaha anda akan dipermudah oleh Allah dan akan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. 

Apa itu investasi ghaib...??

Sekian dulu Tips Sederhana Menghadapi Persaingan Bisnis. Semoga bermanfaat....

Salam......




Cara Terbaik Dalam Menyikapi Masalah

Cara Terbaik Dalam Menyikapi Masalah
Hampir setiap manusia pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, namun banyak pula yang berhasil bangkit dan berusaha untuk menemukan solusi terbaik. Ironisnya masih ada sebagian dari kita merasa sangat terpuruk ketika suatu masalah menimpa dan kita gagal dalam mencari penyelesaiannya.

Terkadang kegagalan dalam mencapai solusi untuk suatu masalah membuat kita merasa putus asa bahkan ada pula yang mendramatisir keadaan hingga nekat mengakhiri hidup.

Setiap masalah memiliki level yang berbeda, karena untuk mencapai hasil terbaik tidak hanya dibutuhkan satu lagnkah penyelesaian saja, bahkan membutuhkan langkah panjang dan rumit. 

Lalu bagaimana cara terbaik untuk memulai dalam menyikapi suatu masalah...??

Cermati uraian berikut :
  • Mungkinkah seorang guru memberikan ujian kepada muridnya hanya sekedar iseng-iseng saja dan tanpa tujuan...??
  • Mungkinkah seorang guru memberikan ujian kepada muridnya tanpa menyiapkan jawabannya...??
  • Mungkinkah seorang guru memberikan ujian tanpa mempersiapkan muridnya terlebih dahulu...??
  • Mungkinkah seorang guru memberikan soal ujian anak SMA kepada anak SD...??
  • Mungkinkah seorang guru tidak menaikan kelas muridnya yang lulus ujian...??
Cermati pula uraian yang berikut ini :
  • Mungkinkah Allah menurunkan masalah hanya sekedar iseng-iseng dan tanpa tujuan...??
  • Mungkinkah Allah menurunkan masalah tanpa ada solusinya...??
  • Mungkinkah Allah menurunkan masalah tanpa mempersiapkan manusia tersebut terlebih dahulu...??
  • Mungkinkah Allah menurunkan masalah diluar batas kemampuan manusia...??
  • Mungkinkah Allah tidak mengangkat drajat manusia ketika berhasil meliwati masalah dan cobaan yang telah Ia berikan...??
Cara terbaik untuk menemukan solusi dari setiap masalah yang kita hadapi adalah dengan kembali memohon bantuan kepadaNya, agar diberikan jalan dan tuntunan terbaik dalam melewati setiap cobaan.
Bukankah Dia yang memberika cobaan....??
Bukankah Dia maha pemberi solusi...??

Terkadang, kita lebih percaya dengan sesama manusia untuk meminta bantuan solusi terhadap masalah yang kita hadapi.. Memang tidak ada salahnya dengan hal tersebut karena itu juga salah bentuk usaha kita. Tapi tidak semua hal bisa kita bagikan kepada orang lain, karena belum tentu menjamin rahasia kita akan terjaga.

Jadi, ketika masalah menimpa,, tetaplah optimis dan cobalah introspeksi diri dan mohon ampun. Anggap segala cobaan yang Allah berikan adalah teguran dariNya untuk kesalahan kita di masa lalu.

Inilah Keajaiban Yang Tidak Kita Sadari

Inilah Keajaiban Yang Tidak Kita Sadari
Pembahasan posting kali ini sebenarnya cukup sederhana, namun menurut saya hal-hal berikut ini mungkin tidak kita sadari terjadi dalam kehidupan kita.

KEAJAIBAN....
Saya mengambil sedikit pembahasan dari buku "Percepatan Rejeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan" karya Ippho Santosa. Walapun singkat, perihal keajaiban ini sangat berarti buat saya secara pribadi.

Mungkin kita berfikir yang namanya keajaiban itu adalah sesuatu yang luar biasa yang pernah terjadi dalam hidup kita. Silakan sobat cermati ulasan berikut ini :
  • Sobat mengalami kerugian ratusan juta, kemudian secara tiba-tiba sobat mendapat keuntungan.
  • Sobat punya hutang yang sangat banyak, tahu-tahu utang sobat tersebut lunas dalam beberapa hari.
  • Sobat mengalami sakit keras bahkan divonis usia sobat tidak lama lagi, kemudian tiba-tiba sobat sembuh secara total.
  • Sobat mengalami kecelakaan maut, namun sobat selamat
Apakah hal-hal diatas bisa disebut keajaiban....??

Coba sobat bandingkan dengan yang berikut ini :
  • Sobat tidak pernah rugi ratusan juta.
  • Sobat tidak pernah punya hutang.
  • Sobat tidak pernah menderita penyakit keras.
  • Sobat tidak pernah mengalami kecelakaan maut.
Kalo menurut saya inilah yang namanya keajaiban, keajaiban terjadi setiap detik dalam hidup kita. Tapi kenapa kita sebagai manusia masih lalai bersyukur...??

Sudah semestinya kita bersyukur setiap detiknya, terkadang yang namanya manusia selalu merasa kekurangan, hingga kita lupa akan hal-hal yang dianggap sepele namun nyatanya memiliki makna yang sangat besar.
  • Apakah kita harus menunggu rugi dulu baru mau bersyukur...??
  • Apakah kita harus punya hutang dulu baru mau bersyukur...??
  • Apakah kita haris sakit keras dulu baru mau bersyukur...??
  • Apakah kita harus mengalami kecelakaan maut dulu baru mau bersyukur...??
Tidak ada salahnya kita introspeksi diri dulu, mearasa ditegur itu lebih baik, dari pada merasa diuji. (Ippho Santosa).

Jadikan posting kali ini sebagai renungan bersama, terutama untuk admin secara pribadi.
Semoga bermanfaat sob...

Salam....
 
Copyright © 2014. Gho - Blog's - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template