Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Tanda Akhir Jaman : Manusia Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan

Tanda Akhir Jaman : Manusia Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan
Tanda Akhir Jaman : Manusia Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan | Gho Blog's - Ini adalah salah satu tanda Kiamat yang muncul dekat dengan masa kenabian. Setelah itu menyebar sehingga manusia berbangga-bangga membuat bangunan tinggi dan menghiasi rumah. Hal itu disebabkan karena dunia dibentangkan kepada kaum muslimin dan melimpahnya harta digenggaman mereka setelah banyaknya penaklukan. Demikianlah keadaannya dalam waktu yang lama hingga banyak dari mereka yang tunduk pada dunia, dan penyakit umat sebelum mereka menjalari mereka, yaitu berlomba-lomba mengumpulkan harta dan menggunakannya pada tempat yang tidak layak menurut pandangan agama, hingga orang-orang badui dan yang semisalnya dari kalangan orang-orang fakir dilapangkan untuk memperoleh dunia seperti yang lainnya. Mereka mulai mendirikan bangunan bertingkat dan berlomba-lomba di dalamnya.



Semua hal ini telah terjadi, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Jibril Alaihissallam ketika ia bertanya tentang waktu terjadinya Kiamat:



وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْـرَاطِهَا... (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَإِذَا تَطَاوَلَ رِعَاءُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا.


Akan tetapi aku akan menyebutkan kepadamu tanda-tandanya… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) jika para pengembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah di antara tanda-tandanya.” [1]

Sementara dalam riwayat Muslim diungkapkan:

وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ.

Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” [2]

Dan dijelaskan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:

يَا رَسُـولَ اللهِ، وَمَنْ أَصْحَابُ الشَّاءِ وَالْحُفَاةُ الْجِيَـاعُ الْعَالَةُ قَالَ: اَلْعَرَبُ.

Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” [3]

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ... حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ.

Tidak akan datang hari Kiamat… hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan.” [4]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Makna berlomba-lomba meninggikan bangunan adalah setiap orang yang membangun rumah ingin jika rumahnya itu lebih tinggi daripada yang lainnya. Mungkin pula maknanya adalah berbangga-bangga dengan memperhias dan memperindahnya, atau makna yang lebih umum dari itu. Hal itu telah banyak ditemukan bahkan bertambah banyak.”[5]

Hal ini telah nampak dengan jelas di masa sekarang ini. Orang-orang banyak berlomba mendirikan bangunan, merasa bangga dengan ketinggian, luas, dan keindahannya, bahkan masalah ini sampai pada pembangunan gedung pencakar langit yang terkenal di Amerika dan negeri-negeri lainnya.

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]





_______o0OO00_______

[1]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Iimaan, bab Su-aalul Jibriil an-Nabiyya J ‘anil Iimaan wal Islaam, bab Bayaanul Iimaan wal Islaam wal Ihsaan (I/161-164).
[2]. Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanul Iimaan wal Islaam wal Ihsaan (I/158, Syarh an-Nawawi).
[3]. Musnad Ahmad (IV/332-334, no. 2926), Syarah Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”
Al-Haitsami berkata, “Ahmad dan al-Bazzar meriwayatkan dengan yang semisalnya… dan di dalam sanad Ahmad ada Syahr bin Hausyab.” (Majma’uz Zawaa-id I/38-39).
Al-Albani berkata, “Sanad ini tidak mengapa.” Lihat kitab Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah.” (III/ 332, no. 1345). 
[4]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab (tanpa bab) (XIII/81-82, al-Fat-h).
[5]. Fat-hul Baari (XIII/88).


Ada Apa Di Balik Video Mesum Para Pelajar...?

Ada Apa Di Balik Video Mesum Para Pelajar...?
Ada Apa Di Balik Video Mesum Para Pelajar...? | Gho Blog's - Kasus video mesum pelajar yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat beberapa waktu lalu membuat para orang tua bergidik dan menimbulkan kekhawatiran tentang pergaulan putra-putrinya. Bagaimana bisa anak-anak remaja melakukan hal yang terlarang di depan teman-temanya tanpa rasa malu dan canggung?

Banyak yang bilang bahwa masa remaja adalah masa yang indah. Di masa ini juga pencarian jati diri seseorang tengah berlangsung, pada proses itulah banyak remaja yang terjebak dengan salah pergaulan/pergaulan bebas karena ketidaktahuan akan dampak buruknya. Pergaulan bebas kini sudah sangat mengkhawatirkan seperti seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Oleh karenanya tidak aneh lagi jika jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahunnya meningkat, terutama dari kalangan remaja/anak sekolah, belum lagi dengan remaja yang hamil di luar nikah. Bahkan pelakunya bukan saja mahasiswa dan pelajar SMA saja,namun sudah merambah sampai ke pelajar SMP.


Mengapa Terjadi Pergaulan Bebas...?
Awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah salah bergaul dan mudah terpengaruh oleh teman-temannya/lingkungan. Maksud dari salah bergaul adalah bukan berarti kita memilih-milih dalam bergaul, akan tetapi cerdas dalam memilih teman yang akan membawa kebaikan bukan justru sebaliknya. Seperti kata pepatah jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wanginya, tetapi jika kita berteman dengan penjual minyak tanah maka kita akan terkena baunya.

Kita boleh saja bergaul dengan siapa pun asalkan kita jangan mudah terpengaruh dan tetap berpegang teguh kepada norma-norma agama. Di kalangan remaja takut dikatakan ‘kurang gaul’ atau ‘tidak gaul’, maka apapun oleh mereka dilakukan. Padahal gaul tidak harus melakukan seks bebas, tidak harus menggunakan obat-obatan terlarang, dan semua hal yang melanggar hukum.

Harus diakui, sistem kehidupan yang diterapkan di negeri ini telah sukses membawa generasi muda terjerumus ke dalam kubangan kemaksiatan. Sistem tersebut tidak lain berisi sekumpulan aturan yang mendukung sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme di berbagai aspek kehidupan melalui beberapa hal berikut :

Pertama, merosotnya pemahaman agama yang menyebabkan keimanan masyarakat juga semakin menipis. Tidak ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala jika melakukan hal yang terlarang, padahal keimanan adalah garda terdepan sebagai rem bagi seseorang ketika akan melakukan hal yang terlarang seperti kemaksiatan. Sebagai contoh banyak orang tua membiarkan putra-putrinya berpacaran dan menganggap bahwa pacaran bukanlah suatu masalah dan hal yang sudah biasa. Akhirnya putra-putrinya tidak ada lagi perasaan malu dalam melakukan pacaran, lebih parahnya lagi jika sudah menjurus pada mesum seperti berduaan, berciuman, dan lain-lain.

Kedua, sarana pornoaksi dan pornografi yang mudah diakses. Perkembangan internet dewasa ini membuka akses seluas-luasnya bagi semua pihak untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut dengan mudah, murah dan cepat, tak terkecuali anak-anak. Canggihnya dunia digital sekarang, setiap alat teknologi yang dibuat akan memiliki dua akibat yaitu buruk dan baik. Akibatnya, di tengah tidak adanya pegangan hidup yang kuat, hasrat seksual mereka pun tak terbendung dan terjadilah seks bebas.

Ketiga, sistem pendidikan yang mendepak agama, sehingga tidak berhasil membentuk kepribadian Islami pada diri siswa. Justru siswa dibombardir dengan nilai-nilai demokrasi dan liberalisme yang membawa remaja kepada kebebasan.

Keempat, tidak ada sanksi yang dapat diberlakukan kepada remaja yang melakukan tindak asusila dengan dalih remaja masih dikelompokkan pada usia di bawah umur, sehingga tidak dapat dijerat oleh undang-undang. Akibatnya tidak ada efek jera dan pergaulan bebas makin marak di kalangan remaja.


Pergaulan Bebas Musuh Bersama
Sungguh mengkhawatirkan kondisi pergaulan remaja kini dengan banyaknya dampak yang ditimbulkan. Ini artinya pergaulan bebas adalah musuh semua pihak, karena ini bukan hanya sekedar masalah bagi remaja tetapi juga bagi orang tua, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan.

Mengingat banyaknya dampak buruk dari pergaulan bebas, sudah seharusnya kita memeranginya/melawannya. Sudah sangat jelas pergaulan bebas melanggar tata aturan pergaulan islami, mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’aala, belum lagi dampak negative yang ditimbulkan mengakibatkan kerusakan moral, penyakit sosial, penyakit menular, dan lain-lain.

Maha benar Allah dengan firmanNya :
dan janganlah kamu mendekati zina ; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu perbuatan yang buruk.” (QS al-Isra’ 17 : 32)

Jika telah nampak zina dan riba disatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan bagi diri mereka sendiri azab Allah.” (HR. Hakim)

Memerangi pergaulan bebas memang tidaklah mudah ditengah-tengah sistem liberalisme yang semakin merajalela di setiap aspek kehidupan. Harus ada upaya terintegrasi dari seluruh pihak orangtua dan sekolah. Orangtua mengarahkan dan mengawasi pergaulan anaknya dengan dibekali standar kehidupan agar senantiasa menjadikan konsep halal-haram sebagai pertimbangan dalam berperilaku. Sekolah membekali pendidikan yang tidak memisahkan sains dan agama/akhlak sehingga siswa berkepribadian islami. Hal yang tidak kalah penting adalah media tidak mempropagandakan gaul bebas yang akan memfasilitasi berkembangnya pergaulan bebas.


Islam Menyelamatkan Generasi
Menyelamatkan remaja tidak akan berjalan jika negara sebagai garda terdepan tidak mengambil peran. Peran Negara amat besar dalam menjaga moral masyarakatnya. Hanya dengan kebijakan Negara-lah akses yang berbau pergaulan bebas bisa dihapuskan. Dan memberlakukan aturan tegas jika terjadi pelanggaran agar akhlak masyarakat  terjaga.

Karenanya hukum-hukum Islam harus diterapkan. Seperti halnya jika terjadi perzinaan/tindak asusila pada remaja yang telah baligh dalam hal ini dapat dikenakan sanksi sebab ia telah terbebani taklif dan sudah harus mempertanggungjawabkan dan bertanggungjawab atas semua perbuatannya.

Islam ketika diterapkan niscaya mampu membangun generasi yang berkepribadian Islami yang jauh dari salah pergaulan karena setiap perilakunya bersandar pada standar halal-haram. Apa yang terjadi kini dengan maraknya pergaulan bebas yang berdampak negatif tidak lain dan tidak bukan karena menjauhkan agama dari kehidupan, dan akibat liberalisme dan sekulerisme yang diusung oleh demokrasi. Kebebasan yang diusung menghancurkan umat.

Karenanya sistem yang membawa kehancuran itu harus segra dicampakkan dan diganti dengan sistem Islam dibawah naungan Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwah. Wallâhu a’lam bish-shawâb. [ Henny (Ummu Ghiyas Faris) - Sumber : Islam Pos ]

Tentang Perbedaan Penentuan ‘Ied Adha Dan Puasa ‘Arafah

Tentang Perbedaan Penentuan ‘Ied Adha Dan Puasa ‘Arafah
Tentang Perbedaan Penentuan ‘Ied Adha Dan Puasa ‘Arafah | Gho Blog's - Pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan, bahwa hari ini Kamis 25 September 2014 sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, artinya 10 Dzulhijjah 1435 H bertepatan dengan Hari Sabtu, 04 Oktober 2014. Artinya Ied ‘Adha 1435 (10 Dzulhijjah) bertepatan Hari Sabtu 04 Oktober 2014 dan hari wuquf di ‘Arafah atau hari ‘Arafah (9 Dzulhijjah) bertepatan dengan hari Jum’at 03 Oktober 2014

Mengenai penetapan Ied ‘Adha ini berbeda dengan Penentuan Awal Ramadhan yang memang penetapannya berbeda-beda tergantung madzhab yang digunakan. Dalil Penentuan Awal Dzulhijjah ini berbeda karena kewenangan menentukannya khusus diberikan pada penguasa Makkah yang mengurusi Haji.

Nabi bersabda, ”Haji itu ‘Arafah” (HR Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dan ‘Arafah itu berlokasi di Makkah, karenanya hari ‘Arafah adalah hari dimana kita melihat jamaah haji berwuquf, maka di hari itulah disunnahkan berpuasa ‘Arafah. Karena wuquf yang berhaji itu hanya di ‘Arafah, maka puasa ‘Arafah itu terkait tempat dan waktu, yaitu saat wuquf, bukan selainnya.
Adapun sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah ini (25/09/14 – 04/10/14), maka beramal baik di dalamnya sangat disunnahkan.

Nabi saw bersabda, ”Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah). Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (HR Bukhari)

Tentang puasa ‘Arafah, banyak pula dalil yang menyatakan keutamannya, yaitu berpuasa saat jama’ah haji wuquf di padang ‘Arafah.

Saat Rasulullah ditanya tentang puasa ‘Arafah, beliau menjawab, ”ia menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang” (HR Muslim)

Doa-doa juga sangat maqbul di hari ‘Arafah.
Nabi bersabda, ”sebaik-baik doa adalah doa hari ‘Arafah..” (HR Tirmidzi)

‘Arafah juga hari dimana Allah memberikan ampunan yang meluas bagi hamba-hamba-Nya
Nabi saw menyampaikan, “tiada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka melebihi hari ‘Arafah” (HR Muslim)

Bagaimana bila penetapan hari ‘Arafah dan hari ‘Ied berbeda antara ketetapan pemeintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi yang menyelenggarakan haji? Jawabannya sebagaimana yang sudah saya sampaikan diatas, karena haji itu di ‘Arafah, maka mestilah mengikuti ketetapan pemerintah Arab sebagai penyelenggara haji.

Mengapa?
  1. Bila rakyat Indonesia semuanya mesti mengikuti ketetapan pemerintah Indonesia, lalu bagaimana dengan jama’ah haji Indonesia di Arab Saudi? apakah mereka wuquf dan ‘Ied mereka mengikuti keputusan pemerintah RI lau berbeda dengan jama’ah haji di Makkah? tentu tidak sah.
  2. Berpuasa pada dua hari raya (‘Ied Fitri dan ‘Ied Adha) adalah haram, maka saat jamaah haji sudah shalat ‘Ied (sudah 10 Dzulhijjah), sementara kita di Indonesia masih berpuasa ‘Arafah (masih 9 Dzulhijjah), bukankah ini aneh? Padahal secara zona waktu, kita lebih dulu 4 jam daripada Arab Saudi. Lagipula, namanya juga puasa ‘Arafah, artinya puasa saat jama’ah haji berwuquf di ‘Arafah, bila jama’ah haji sudah shalat ‘Ied, lantas puasa kita bukan lagi puasa ‘Arafah, namun puasa ‘Ied
Jadi, penetapan awal Dzulhijjah yang mengikuti keputusan pemerintah Arab Saudi bukan perkara apapun, selain perkara dalil. Karena hak penentuan itu sudah terlisan oleh Rasulullah, “Haji itu ‘Arafah”
Namun, adapun bila ada perbedaan dalam menyikapi perihal ini, misal “Mestikah Puasa ‘Arafah Ikut Hari Wukuf di ‘Arafah? Bolehkah Berbeda Dengan Pemerintah Arab Saudi Selaku Penyelenggara Hajji Dalam Menetapkan Hari ‘Arafah”?

Tentu kita kembali dalam penyikapan terhadap hukum ikhtilaf (perbedaan pendapat). Bila ada dalilnya (hujjah/argumen), maka disilakan. Bila sudah berhujjah, tak lagi perlu berhujat.

Yang harus benar-benar disadari dan dipahami, bahwa perbedaan ini dimungkinkan terjadi justru karena tidak adanya halangan politis, tidak adanya persatuan dan kesatuan di negeri-negeri Muslim, bukan disebabkan oleh perkara-perkara yang bersifat teknis. Karena banyaknya negeri-negeri Muslim, maka semua berdalil mengikuti ulil amri (pemerintah) masing-masing.

Hal ini tidak akan terjadi bila kaum Muslim berada dalam kepemimpinan Islam yang satu, di bawah kepemimpinan Khilafah Islam. Bila hanya satu Khalifahnya, tentu tidak ada perbedaan lagi diantara kaum Muslim dalam menetapkan apapun, termasuk penetapan Awal Ramadhan dan Awal Dzulhijjah.

InsyaAllah, dalam waktu dekat Khilafah Islam yang berjalan diatas manhaj kenabian akan bangkit kembali, dan mengatur seluruh kaum Muslim berdasarkan Kitabullah dan Sunnah, menyatukan perbedaan dan merekatkan ukhuwah diantara kaum Muslim.

Selamat menambah ibadah di 10 hari Dzulhijjah ini, juga siapkan untuk berpuasa di hari ‘Arafah 9 Dzulhijjah, saat jama’ah haji wuquf. [Sumber : Akun Facebook Ustadz Felix Siauw]



10 Dosa Penutup Pintu Rejeki

10 Dosa Penutup Pintu Rejeki
10 Dosa Penutup Pintu Rejeki | Gho Blog's - Setiap dosa yang kita perbuat cenderung mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah.

Jika posting sebelumnya membahas tentang 7 Hal Yang Dapat Membuka Pintu Rejeki dan 7 Bacaan Doa Pembuka Pintu Rejeki, demi penyempurna usaha kita untuk meraih rejeki dari Allah kita juga harus terhidar dari 10 macam perbuatan dosa berikut yang dapat menutup dan menghalangi rejeki dalam kehidupan kita.

Kesalahan-kesalahan yang kita buat baik terhadap Allah maupun terhadap manusia membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan.

Ada 10 dosa besar yang mesti kita periksa dan kita hindari, yang kemungkinan inilah penyebab utama dari setiap permasalahan yang kita alami ..
  1. Syirik ..
  2. Melalaikan Shalat ..
  3. Durhaka sama orang tua ..
  4. Zina ..
  5. Rizki/harta haram ..
  6. Judi, Narkoba, Minum khamr ..
  7. Memutuskan silaturahim ..
  8. Bakhil/Pelit sedekahnya ..
  9. Segala Penyakit hati : bohong, fitnah, serakah, menuduh orang baik2 berzina, riya', sombong, angkuh, dll..
  10. Ghibbah (ngomongin orang)

Ini dulu yang kita perbaiki. Supaya rejeki kita, hajat kita terbuka, permasalahan-permasalahan berat yang kita alami ditutup Allah, dan doa kita senantiasa dikabulkan Allah. Subhanallah ....

Memang sih, dosa itu banyak. Tapi 10 dosa besar inilah yang sering kita temui di dalam kehidupan kita, yang seyogyanya adalah penyebab utama dari dosa-dosa lainnya .. Seperti membunuh, mencuri, dll.

Sekian posting kami yang berjudul 10 Dosa Penutup Pintu Rejeki. Semoga Allah mengampuni kita, dan melindungi kita dari godaan syetan yang terkutuk. Aamiin ... [Sumber : Akun Facebook Ust Yusuf Mansur]


Kisah Tahajud Seorang Pengangguran

Kisah Tahajud Seorang Pengangguran
Kisah Tahajud Seorang Pengangguran | Gho Blog's - Banyak orang bergembira selepas lulus kuliah. Namun tidak demikian halnya dengan Faiz yang tampak sedih. Rupanya, karena ia telah mulai memahami bahwa kini terbentang masalah besar di hadapannya, salah satunya adalah kenyataan dirinya belum mendapatkan pekerjaan alias pengangguran.

Untuk menutup kepanikan, setiap ada yang bertanya telah bekerja di mana, akan dijawabnya "sedang transisi". Yang dimaksudnya sebagai transisi ialah proses mencari pekerjaan. Suatu hari, tak terduga olehnya bila di sebuah pameran buku, ia berjumpa dengan kakak kelasnya di sekolah menengah. Mereka berjumpa di sebuah acara talkshow tentang mukjizat sedekah, yang sekaligus launching buku tersebut.

Kepada kakak kelasnya itu, layaknya seorang adik, Faiz bercerita tentang kondisinya yang masih menganggur, dan sejauh mencari kerja ia belum juga mendapatkannya.

Sekian lamaran kerja sudah dikirimkannya, sebagian tak jelas nasibnya, sebagian dibalas dengan surat penolakan. Dasar sama-sama alumni sekolah agama, kakak kelasnya itu hanya berujar pendek, "Cobalah engkau tahajud". Faiz protes, ia ingin mendapatkan solusi yang rasional dan konkrit, bukan ceramah.

Kakak kelasnya menimpali, "Engkau coba tahajud dulu, sambil jalan kita pikirkan apa yang bisa dilakukan. Jelasnya kita perlu yakin kepada diri sendiri untuk dapat mulai melakukan sesuatu".

Meski kurang puas dengan jawaban kakak kelasnya, karena tidak sesuai dengan harapannya. Faiz tetap merenungkan saran itu sepanjang jalan pulang. Mulailah ia, dengan sedikit dongkol, mendirikan tahajud di tengah malam.

Ini merupakan sesuatu yang aneh bagi dirinya. Maklum, logikanya belum dapat menangkap apa yang diinginkan kakak kelasnya tersebut. Bagaimana mungkin, seorang pengangguran sepertiku, yang sedang membutuhkan pekerjaan, justru disarankan mendirikan tahajud?

Dalam tahajud hari pertama, Faiz belum mendapatkan apa-apa karena tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Ia masih berpikir tentang kesulitan yang dialaminya dan nasihat kakak kelasnya untuk tahajud.

Namun Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya, hari demi hari, Faiz terheran-heran dengan kondisi dirinya. Ia tampak lebih tenang, tidak lagi panik seperti saat fresh graduate.

Di tengah tahajud ia kerap merenungkan perjalanan hidupnya, bagaimana dirinya telah mendapatkan banyak karunia dan rezeki dari Allah, termasuk lulus kuliah sementara banyak orang tak mampu meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan yang kuliah pun banyak yang putus di tengah jalan. Atas rasa syukur itu Faiz menjadi lebih tenang menapaki masa depan yang terbentang di hadapannya.

Dengan bekal ketenangan hati itulah, Faiz coba mengontak lagi kakak kelasnya yang sempat ditemuinya di lokasi pameran. “Kebetulan kamu cepat mengontak, ada temanku yang butuh tenaga untuk mengisi pos marketing perusahaannya, “Apakah engkau mau?”.

Faiz terdiam dengan tawaran itu. Ia sadar diri, karena ia bukan orang yang tepat untuk posisi itu. Melihat Faiz tak juga menyahut, kaka kelasnya menyambung, “Apakah kamu tidak suka?, ya kita cari alternatif, saranku nggak usah pilih-pilih kerja, apalgi nunggu jadi PNS, atau kerja kantor, kerja itu yang penting halalan thayibah”, ujar kakak kelasnya.

Faiz masih berpikir, kakak kelasnya mengirim SMS : “Besok main ke rumahku saja. Kamu bantu-bantu di LSM temanku saja, karena besok sore dia akan kerumahku. Tapi, kamu tahu sendiri bagaimana cara kerja LSM kan? Kalau mau datang ya!”

Karena belum mendapat kejelasan hendak bekerja di mana. Faiz datang ke rumah kakak kelasnya, dan dipertemukan dengan teman kakak kelasnya itu. Faiz ditawari menjadi relawan pasca gempa. Setelah menimbang-nimbang, Faiz merasa pekerjaan yang ditawarkan itu tidak terlalu berat.

Ia hanya diminta untuk mendampingi anak-anak korban gempa, seperti melalui kegiatan pengajian dan bermain bersama. Dan Alhamdulillah, meskipun sebenarnya pekerjaan itu terlihat sepele, ia mendapatkan honor yang lebih dari cukup.

Ternyata selama ini, LSM tersebut sudah lama mencari relawan yang bisa mendampingi korban gempa melalui sarana keagamaan, seperti pengajian anak-anak. Itulah sebabnya mereka tak ragu untuk memberikan honor yang cukup besar kepada Faiz. Faiz sendiri heran dengan apa yang dialaminya. Subhanallah, inikah hidayah yang engkau kirimkan kepadaku lewat tahajud?, renung Faiz di sela tahajudnya.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". [QS. Ath-Thalaaq 65:2-3] - (Sumber : Akun Facebook Ust Yusuf Mansur)

Bencana Alam Dan Isyarat Akhir Zaman Dari Rasulullah

Bencana Alam Dan Isyarat Akhir Zaman Dari Rasulullah
Bencana Alam Dan Isyarat Akhir Zaman Dari Rasulullah | Gho Blog's - “Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”

Apa yang kita saksikan dari beragam bencana alam di negeri ini juga di berbagai belahan dunia lainnya, sejatinya adalah bukti akan kebenaran nubuwat Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dalam berbagai sabdanya. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

Tidak akan tiba hari kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.

Diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sakuni, beliau berkata:
Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”

Dua nubuwat ini dengan jelas menyebutkan bahwa gempa bumi merupakan isyarat yang paling nyata akan dekatnya akhir zaman, bahkan ia juga merupakan salah satu ciri dekatnya kedatangan Al-Mahdi yang juga akan disusul dengan kedatangan Dajjal. Kemunculan Al-Mahdi beberapa tahun sebelum keluarnya Dajjal adalah masa-masa yang sangat mengerikan lantaran kondisi dunia yang akan mengalami keguncangan hebat dan manusia akan memasuki kondisi kekeringan yang paling ekstrim. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanam- tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijaupun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang tidak dikehendaki Allah. Para shahabat bertanya, ”Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” [muslimcommunity]


Al-Khazini Pencetus Teori Gravitasi Sejak Abad 12 Masehi

Al-Khazini Pencetus Teori Gravitasi Sejak Abad 12 Masehi
Al-Khazini Pencetus Teori Gravitasi Sejak Abad 12 Masehi | Gho Blog's - Nama lengkapnya Abu Fal Abdu ar-Rahman atau Abu Mansur Abdu ar-Rahman atau Abu abdu ar-Rahman Mansur al-Khazini. Beliau diperkirakan berasal dari Bizantium atau Yunani dan wafat pada abad kedua belas Masehi. Al-Khazini adalah seorang astronom, atau lebih khusus lagi, seorang meteorolog yang juga menjadi dokter ternama yang hidup di awal abad kedua belas di Paris dan sering dijuluki sebagai “fisikawan terbesar sepanjang sejarah”.

Para sejarawan sains menempatkan ilmuwan kelahiran Bizantium itu dalam posisi yang sangat terhormat. Betapa tidak, ilmuwan muslim yang berjaya di abad kedua belas itu telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, terutama dalam ilmu fisika dan astronomi. Al-Khazini merupakan seorang saintis muslim serba-bisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Teori keseimbangan hidrostatis yang dicetuskannya juga telah mendorong penemuan beragam peralatan ilmiah.

Salah satu kontribusi penting yang diwariskan al-Khazini dalam bidang astronomi adalah Tabel Sinjaric. Tabel itu dituliskannya dalam sebuah risalah astronomi bertajuk az-Zij as-Sanjari. Dalam manuskrip itu, dia menjelaskan jam air yang dibagi menjadi 24 jam dan didesain untuk penelitian astronomi. Jam ini adalah salah satu jam astronomi pertama yang dikenal di dunia Islam kala itu.

Kontribusi penting lainnya yang diwariskan al-Khazini dalam bidang fisika adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya pada tahun 1121 M itu mengungkapkan bagian penting dari fisika Islam. Dalam buku itu, al-Khazini menjelaskan secara mendetail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan dan hidrostatika.

Ini merupakan sebuah karya mendasar tentang keseimbangan hidrostatik yang corak ragamnya diklasifikasikan menurut jumlah angka skala. Sebuah edisi buku ini terbit di Hyderabad pada tahun 1359 H/1940 M. Buku itu terdiri dari delapan buah makalah yang terbagi dalam beberapa bab dan pasal dan juga memuat teorema-teorema yang diperoleh dari karya-karya Euclides, Archimedes dan Menelaus. Buku ini merupakan kelanjutan dari karya Tsabit bin Qurrah yang berjudul Mizan ar-Rumi atau Timbangan Romawi.

Al-Khazini dan Al-Biruni merupakan dua ilmuwan muslim yang pertama kali mengembangkan metode ilmiah dalam bidang ilmu keseimbangan atau statika dan dinamika. Metode itu dikembangkan untuk menentukan berat yang didasarkan pada teori keseimbangan dan berat. Al-Khazini dan ilmuwan pendahulunya berhasil menyatukan ilmu statika dan dinamika ke dalam sebuah ilmu baru bernama mekanika. Selain itu, mereka juga menggabungkan ilmu hidrostatika dengan dinamika sehingga melahirkan ilmu baru bernama hidrodinamika. Mereka pulalah yang menerapkan teori rasio matematika dan teknik infinitesimal serta memperkenalkan aljabar dan teknik penghitungan ke dalam statika.

Lebih hebatnya lagi, al-Khazini dan ilmuwan muslim lainnya juga merupakan orang-orang yang pertama kali mengeneralisasikan teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Dalam bukunya itu, al-Khazini juga memaparkan suatu teori tentang gravitasi serta tabel-tabel kerapatan sejumlah besar zat cair dan zat padat. Al-Khazini juga mempunyai gagasan mengenai pengaruh temperatur terhadap kerapatan, dan tabel-tabel berat spesifik umumnya tersusun dengan cermat. Sebelum Roger Bacon menemukan dan membuktikan suatu hipotesis tentang kerapatan air saat ia berada dekat pusat bumi, al-Khazini telah terlebih dahulu mendalami hal tersebut.

Al-Khazini pun telah banyak melakukan observasi mengenai kapilaritas dan menggunakan areometer untuk meneliti kerapatan dan hal-hal yang berkenaan dengan temperatur zat-zat cair, teori tentang tuas (pengungkit) serta penggunaan neraca untuk bangunan-bangunan dan untuk pengukuran waktu. Para ilmuwan muslim, salah satunya al-Khazini, telah terlebih dahulu menemukan teori tentang daya gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa. Mereka benar-benar berjasa besar dalam meletakkan fondasi bagi pengembangan mekanika klasik di era Renaisans Eropa.

Tidak cukup sampai di sini, al-Khazini juga berhasil menciptakan sejumlah peralatan penting untuk digunakan dalam penelitian dan pengembangan astronomi. Ia berhasil menemukan sekitar tujuh peralatan ilmiah yang terbilang sangat penting. Ketujuh peralatan temuannya itu dituliskannya dalam Risala fi’l-alat atau Manuskrip tentang Peralatan. Ketujuh alat yang diciptakannya itu adalah triquetrum, dioptra, peralatan segi tiga, kwadran, sektan, astrolab serta sebuah peralatan asli tentang refleksi. Selain berjasa mengembangkan ilmu fisika dan astonomi, al-Khazini juga turut membesarkan ilmu kimia dan biologi. Secara khusus, dia menulis tentang topik evolusi dalam ilmu kimia dan biologi. Dia membandingkan antara transmutasi unsur dengan transmutasi spesies

Ribuan Malaikat Mendo'akan Orang Yang Di Caci Maki

Ribuan Malaikat Mendo'akan Orang Yang Di Caci Maki
Ribuan Malaikat Mendo'akan Orang Yang Di Caci Maki | Gho Blog's - Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum....

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah menjawab, "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah SWT."

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.

Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung. [Fans Page : Ust Yusuf Mansur]

Ketika Al-Qur'an Berkata : Ada Laut Yang Di Dalam Tanahnya Ada Api

Ketika Al-Qur'an Berkata : Ada Laut Yang Di Dalam Tanahnya Ada Api
Ketika Al-Qur'an Berkata : Ada Laut Yang Di Dalam Tanahnya Ada Api | Gho Blog's - “Ada laut yang di dalam tanahnya ada api(Qs. Ath-Thur 6).

Nabi SAW bersabda: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.

Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?

Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT: “Dan apabila lautan dipanaskan(QS. At-Takwir 6).

Ulasan Hadits Nabi :
Hadits yang Nabi sebutkan sangat sesuai dengan sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-di mana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api “al-bahrul masjur.”)” “Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (Qs. Ath-Thur: 1-8)

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.” Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

Meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera….

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.

Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.

Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda: “Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.”

Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan(QS. An-Najm 3-10)

Tidak seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya. [Keajaiban al-Quran-zilzaal]


Ka'bah : Tempat Ibadah Pertama Di Muka Bumi

Ka'bah : Tempat Ibadah Pertama Di Muka Bumi
Ka'bah : Tempat Ibadah Pertama Di Muka Bumi | Gho Blog's - Menurut beberapa riwayat, Ka’bah telah dibangun sejak zaman Nabi Adam AS, namun sebelumnya dibangun oleh para malaikat.

Umat Islam di seluruh dunia pasti mengenal Ka’bah, rumah Allah (Baitullah) yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh jagat raya ini. Ka’bah atau Bayt Atiq dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. dan Baitullah ini merupakan tempat ibadah yang pertama kali dibangun di atas dunia.

"Sesungguhnya, rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) Maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu, (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam." (QS. Ali Imran : 96-97)

Dalam menafsirkan surah Ali Imran  ayat 96, Al-Qurthubi, seorang ahli tafsir, mengatakan bahwa orang yang pertama kali membangun Baitullah adalah Nabi Adam AS.

Ali bin Abi Thalib menyatakan, “Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk membangun Baitullah di muka bumi dan melaksanakan Thawaf disana.

Peristiwa tersebut terjadi sebelum Adam diturunkan ke bumi. Setelah turun, Adam menyempurnakan bangunannya dan berthawaf disana dan juga para nabi setelahnya.

Kemudian, pembangunan Baitullah tersebut dilaksanakan kembali dan disempurnakan oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail”

Penjelasan ini berdasarkan keterangan AlQuran surah Al-Baqarah ayat 127 dan surah Al-Hajj ayat 26. “Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami.Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Baqarah : 127).

"dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud." (QS : Al-Hajj ayat 26)

Dari keterangan ini, jelaslah bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah Nabi Adam AS. Dan, yang menyempurnakan pembangunan Ka’bah dengan memasang atau meninggikan pondasinya adalah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Para ulama salaf mengatakan bahwa disetiap tingkat langit terdapat sebuah rumah. Penduduk langit tersebut beribadah kepada Allah di rumah tersebut, oleh karena itulah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS membuat bangunan seperti itu di muka bumi.

Disebutkan dalam kitab Ara’is al-Majilis karya Al-Tsa’ibi, Allah mewahyukan kepada Adam: “Aku memiliki tanah haram (terhormat) dalam posisi sejajar dengan singgasana-Ku (Arasy). Karena itu, datanglah ke sana dan berkelilinglah (Thawaf) sebagaimana dikelilinginya singgasana-Ku.

Shalatlah di sana sebagaimana dilaksanakan shalat di sisi singgasana-Ku. Di sanalah Aku memperkenankan doamu.” Keterangan ini menunjukkan bahwa Adam adalah pembangun Ka’bah pertama, lalu disempurnakan pembangunannya oleh Nabi Ibrahim dan Ismail.

Posisinya sama seperti yang ada hingga saat ini. Mengenai pembangunan Ka’bah, ada pendapat yang menytakan bahwa Ibrahim AS diperintahkan untuk membangun kembali Ka’bah di posisi yang ada saat ini, sebab, sebelumnya lokasi tersebut sering terjadi banjir besar.

Karena itu, Ibrahim diperintahkan untuk meninggikan fondasinya. Sebagaimana dikatakan Al-Azraqi dalam Tarikh Makkah, “setelah peristiwa banjir besar, lokasi Ka’bah dulu telah hilang. Lokasi tersebut berbentuk bukit kecil berwarna merah yang tidak terjangkau aliran air. Saat itu, manusia hanya tahu bahwa di sana ada tempat yang sangat bernilai tanpa mengetahui lokasinya secara pasti.

Dari seluruh penjuru dunia, mereka yang dizhalimi, menderita, dan butuh perlindungan datang ke tempat ini untuk berdoa.

Doa merekapun dikabulkan. Manusia pun mengunjunginya hingga Allah memerintahkan Ibrahim untuk membangun kembali Ka’bah. Sejak Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, Baitullah selalu menjadi tempat yang dimuliakan dan diperbaiki terus-menerus oleh setiap agama dan umat dari satu generasi ke generasi lainnya. Tempat ini juga senantiasa dikunjungi malaikta sebelum Adam turun ke bumi.” Pembangunan itu dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail AS.

Ismail yang mengangkat batunya dan Ibrahim yang memasangnya. semakin lama makin tinggi hingga Nabi Ibrahim AS tidak mampu lagi menjangkau tempat tertinggi untuk memasang batu-batu tersebut. Kemudian Ismail membawakan sebuah batu untuk pijakan bagi Nabi Ibrahim. Batu inilah yang akhirnya disebut sebagai Maqam Ibrahim.

Mereka terus bekerja sembari berdoa: “Wahai, Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Setelah selesai, Allah kemudian memerintahkan Ibrahim untuk berseru kepada seluruh umat manusia agar mengerjakan haji ke Baitullah, sebagaimana yang terkandung dalam QS. Al-Hajj : 27-29.

"dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)." (QS. Al-Hajj : 27-29)

Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu ka'bah terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Namun renovasi dilakukan akibat bencana banjir pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi Ka'bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya.

Maka bangunan ka'bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka'bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka'bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka'bah.

Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.

Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka'bah sehingga ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Ketika masa Abdurrahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam (Suriah,Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam.

Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka'bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan. Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW.

namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.

Maqam Ibrahim – tempat berpijak Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim AS. Maqam Ibrahim adalah batu tempat berpijaknya Nabi Ibrahim sewaktu membangun Ka’bah. Ketika itu Ibrahim bermaksud meletakkan batu ke tempat teratas, namun tangannya tidak mampu menjangkau, lalu ia menyuruh Nabi Ismail untuk mencarikan sebuah batu sebagai tempat berpijaknya.

Posisi Maqam Ibrahim hingga kini sama persis pada saat pembangunan Ka’bah pada zaman Nabi Ibrahim, demikian pula pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar, hingga terjadinya banjir besar pada masa khalifah Umar. Pada mulanya, Maqam itu menempel pada dinding Ka’bah. Namun, pada masa khalifah Umar, digeser kearah timur agar di sisi Maqam Ibrahim bisa menjadi tempat shalat, sebagaimana keterangan Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 125.

"dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (QS : Al-Baqarah 125)

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam bukunya mengatakan, “Nabi Ibrahim berpijak di atas batu besar yang lembap, langsung dengan kedua telapak kakinya tanpa alas."



Orang-Orang Yang Disukai Dajjal

Orang-Orang Yang Disukai Dajjal
Orang-Orang Yang Disukai Dajjal | Gho Blog's - Diriwayatkan oleh An-Nawwas ibn Sam’an : “Dia, yang hidup dan melihatnya (Dajjal) harus membacakan di depannya ayat-ayat pembukaan Surat Al Kahfi,” (HR Muslim).

Diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili : “Barangsiapa memasuki nerakanya (Dajjal), mintalah pertolongan Allah dan bacakan ayat pembukaan Surat Al Kahfi, dan hal ini akan mendinginkan dan mendamaikannya, seperti api menjadi dingin terhadap Ibrahim,” (HR Ibnu Katsir).

Tanda-tanda dan rahasia Hari Akhir 
Satu alasan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan orang-orang beriman membaca Surat Al Kahfi saat Dajjal Mencoba Membujuk Rayu adalah karena surat ini berisi isyarat penting mengenai Hari Akhir, seperti berbagai hal yang dibutuhkan untuk bertahan dan memerangi Dajjal, dan gerakan-gerakan anti-agama yang menimbulkan berbagai kejahatan atas kemanusiaan, yang ingin disebarkan oleh Dajjal ke seluruh dunia.

Surat Al Kahfi ini juga berisi berbagai pelajaran bagi kaum Muslimin. Anjuran Rasulullah SAW untuk menghapalkan dan membaca surat ini dengan penuh perhatian adalah suatu isyarat kuat tentang hal ini. Seperti kita akan lihat di seluruh bab ini, pengalaman Ashabul Kahfi yang tinggal di sebuah masyarakat yang kafir, pelajaran bahwa Musa AS belajar dari Khidr, dan pemerintahan di atas dunia yang didirikan oleh Dzulkarnain AS agar dapat menyebarkan nilai-nilai Islam, adalah perkara-perkara yang perlu direnungkan oleh orang-orang beriman.

Lalu orang seperti apa yang sangat disukai oleh Dajjal? Dan tanpa disadari ia sudah ditandai oleh Dajjal di hati-nya?
  1. Orang yang apabila kumandang adzan terdengar, ia mengacuhkannya. 
  2. Orang yang apabila dinasihati atau diberitahukan mengenai rencana-rencana Dajjal di dunia sebelum ia datang, dia tidak peduli. 
Dajjal tidak langsung tiba-tiba datang, Atas Izin Allah SWT ia mempersiapkan semuanya dengan bantuan para pengikutnya (Freemasonry – illuminati) agar semakin banyak manusia yang akan menjadi pengikutnya. Dan jika seseorang sudah tahu mengenai rencana Dajjal ini, Dajjal sudah melihat-nya dan menandai hatinya. Ini sesuai dengan doa Dajjal kepada allah swt yang kelak akan di kabulkan:

”Ya rabb berikanlah aku kemampuan untuk menurunkan hujan, menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan penyakit yang ada di dunia, menyuburkan tanaman dan memperlihatkan surga dan neraka kepada manusia kelak,,, yang sesungguhnya surga ku adalah neraka-mu dan nerakaku adalah surga-mu ya Rabb agar aku bisa menguji keimanan manusia kelak….”

Sekian posting kami yang berjudul Orang-Orang Yang Disukai Dajjal. Semoga kita senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT dari segala macam bentuk fitnah Dajjal.


Bukti Al-Qur'an Bukan Karangan Nabi Muhammad : Al-Qur'an Berbicara Tentang Penciptaan Alam Semesta

Bukti Al-Qur'an Bukan Karangan Nabi Muhammad : Al-Qur'an Berbicara Tentang Penciptaan Alam Semesta
Bukti Al-Qur'an Bukan Karangan Nabi Muhammad : Al-Qur'an Berbicara Tentang Penciptaan Alam Semesta | Gho Blog's - “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya’ : 30)

Kemudian kita pahami teori Big Bang (Dentuman Besar ) …“ Seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa. Kemudian bola raksasa ini meledak sehingga seluruh materi mengembang karena pengaruh energi ledakan yang sangat besar.

”Kata “ratq” yang di Surat Al-Anbiya 30 diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”.

Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq”.

Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta.Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq” ini.

Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Perhatikan juga kalimat :
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup

Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet.

Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini baru terjadi di abad ke-20. Sedangkan Al-Quran diwahyukan 1400 tahun yang lalu.

PERHATIKAN JUGA FIRMAN ALLAH …

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”  (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat.

Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.Teori Big Bang didukung oleh beberapa penemuan mutakhir. Pertama, penemuan Edwin Powell Hubble, astronom kebangsaan Amerika Serikat di observatorium California Mount Wilson thn 1924.

Ketika Hubble mengamati bintang-bintang diangkasa Melalui teleskop raksasanya, ia mendapati spectrum cahaya merah diujung bintang-bintang tersebut.Menurut teori fisika yang sudah diakui, spectrum cahaya berkelap-kelip yang bergerak yang menjauhi tempat observasi cenderung mendekati warna merah.

Pengamatan tersebut memberi kesimpualan bahwa berbagai galaksi saling menjauh dengan kecepatan sampai beberapa ribu kilometer per detik. Hal ini berarti bahwa alam sedang berekspansi (meluas/melebar) atau dikatakan bahwa alam bersifat dinamis.Kedua, hasil hitungan cermat Albert Einsten yang menyimpulkan bahwa alam semesta dinamis, tidak statis artinya alam semesta terus berkembang.

Meskipun pada mulanya terimbas gagasan bahwa alam itu statis, lalu mengembangkan formula matematisnyanya dan berusaha melukiskan bahwa alam benar-benar statis, namun hal itu justru menggambarkan bahwa alam itu dinamis.Ketiga, pada tahun 1948, George Gamov berpendapat bahwa setelah ledakan dahsyat ini akan ada radiasi yang tersebar merata dan melimpah di alam semesta, radiasi tersebut dinamai radiasi kosmos.

Hal ini ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965 keduanya mendapat hadiah nobel dari penemuan tersebut Penemuan ini semakin menguatkan bahwa alam semesta terbentuk dari sebuah ledakan dahsyat.

Keempat, adanya jumlah unsur hydrogen dan helium di alam semesta yang sesuai dengan perhitungan konsentrasi hydrogen-helium merupakan sisa dari ledakan dahsyat tersebut.

Kalau saja alam ini tetap dan abadi maka hydrogen di alam semesta telah habis berubah menjadi helium.

Gagasan teori Big Bang itu didasarkan juga bahwa galaksi-galaksi yang saling menjauh itu, kurang lebih seragam di seluruh jagad raya. Ahli Fisika George Gamow menganalogikan tentang efek perluasan tersebut sepeti sebuah balon yang menggembung.

Kalau kita meniup sebuah balon yang diberi bintik-bintik, maka seluruh bintik itu akan terlihat saling menjauh.

Kini, peristiwa Big Bang yang ditengarai menandai dimulainya penciptaan alam semesta itu bukan hanya sekedar “teori”, tetapi sudah menjadi “keyakinan ilmiah” para ilmuan. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa galaksi-galaksi saling menjauh dengan kecepatan kira-kira 32 kilometer/ detik untuk setiap jarak satu juta tahun cahaya, maka dapatlah diperhitungkan bahwa alam semesta ini tercipta dengan proses Big Bang antara 15-20 milyar tahun yang lalu.

Sekian posting kami yang berjudul Bukti Al-Qur'an Bukan Karangan Nabi Muhammad : Al-Qur'an Berbicara Tentang Penciptaan Alam Semesta. Semoga bermanfaat dan dapat menambah keimanan kita bersama.


Waspadalah Terhadap Penyesatan Berkedok Dakwah Islam

Perbedaan Nabi Dan Rasul Dalam Terminologi Islam
Waspadalah Terhadap Penyesatan Berkedok Dakwah Islam | Gho Blog's - Beberapa hari yang lalu saya sempat menemui sebuah akun di facebook yang pada awalnya terlihat tidak ada yang aneh dengan tulisan-tulisan yang dibuat si pemilik akun tersebut.

Yang menarik adalah, jika saya perhatikan status yang ditulis si pemilik akun terkesan seperti mendakwahkan islam dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an. Namun semakin jauh saya perhatikan, ada banyak keganjilan  pada tulisan-tulisan tersebut terutama pada bagian catatan.

Pada kesempatan ini, tanpa bermaksud untuk berprasangka buruk terhadap si pemilik akun tersebut, ada hal yang ingin saya luruskan perihal salah satu dari note yang membahas tentang Nabi dan Rasul.

Pada tulisannya, si pemilik akun mengatakan bahwa :
"Setiap Rasul belum tentu merupakan seorang Nabi, namun seorang Nabi pastilah merupakan seorang Rasul. Muhammad adalah Nabi terakhir, namun bukan Rasul terakhir." 
"Setelah masa kenabian berakhir (Muhammad SAW), maka akan datang seorang Rasul yang akan membuktikan keotentikan isi kitab suci.".
Mungkin sobat muslim yang paham akan terminologi Islam juga dapat menangkap keganjilan pada tulisan tersebut. Untuk itu, saya akan jabarkan sedikit penjelasan tentang perbedaan Nabi dan Rasul dalam terminologi Islam.
  1. Seorang Nabi, adalah seorang yang dipilih oleh Allah dan diberi wahyu tetapi tidak memiliki kewajiban menyampaikannya kepada manusia lainnya
  2. Seorang Rasul adalah seorang Nabi yang diberi kewajiban menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada suatu umat atau bangsa tertetu. 
  3. Jadi seorang Nabi belum tentu seorang Rasul, sedangkan seorang Rasul sudah pasti seorang Nabi.
Jika kita perhatikan, maka dapat disimpulkan bahwa apa yang dikatakan si pemilik akun berbanding terbalik dengan terminologi Islam.

Menanggapi statement ke-2 si pemilik akun tersebut, saya pun merasa bingung, apa maksudnya "Setelah masa kenabian berakhir (Muhammad SAW), maka  akan datang seorang Rasul yang akan membuktikan keotentikan isi kitab suci."

Sedangkan Allah memberikan kesaksasian bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir dan penutup Nabi-Nabi :

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS 33:40)

Setelah saya telusuri ke catatan lainnya, ada sedikit penjelasan yang saya dapat tentang Rasul yang diutus setelah Nabi Muhammad SAW untuk membuktikan keotentikan Al-Qur'an, ternyata Rasul yang diamksud adalah Al-Qur'an itu sendiri.

Dalam hal ini saya semakin bingung, karena sepahaman saya Al-Qur'an adalah kitab suci dan petunjuk hidup untuk seluruh makhluk di dunia ini. Walaupun pada dasarnya, keotentikan Al-Qur'an sangat terbukti dengan mampunya Al-Qur'an menjawab sains modern saat ini. Hanya saja, saya belum pernah menemukan dalil yang menyatakan bahwa Al-Qur'an pernah dianggap sebagai Rasul oleh umat Islam.

Saya secara pribadi merasa aneh atas apa yang menjadi dasar pemikiran pemilik akun tersebut dan menimbulkan tanya dalam pemikirin saya apakah benar dia seorang Muslim...?. Karena tidak hanya satu atau dua pembahasan saja yang terkesan ganjil namun masih banyak tulisan-tulisan lain yang ia buat dan menimbulkan keanehan.

Melalui pembahasan singkat ini, saya hanya ingin mengingatkan sobat muslim agar lebih berhati-hati dan lebih jeli dalam menanggapi setiap tulisan yang beredar. Carilah terlebih dahulu dalil-dalil yang berhubungan dengan tulisan tersebut atau bertanyalah kepada orang yang lebih paham tentang Islam. Ingatlah selalu perintah pertama yang Allah SWT wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu "Iqra". Allah telah menganugerahi kita akal agar kita mau berfikir dan belajar tentang mana yang benar dan mana yang salah.

Berhati-hatilah terhadap tindak-tanduk golongan tertentu yang bertujuan menyesatkan pemikiran umat Islam dengan cara-cara halus seperti ini.

Sekian dulu posting saya yang berjudul Waspadalah Terhadap Penyesatan Berkedok Dakwah Islam. Semoga bermanfaat untuk kita bersama.



 
Copyright © 2014. Gho - Blog's - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template